EkonomiRanah

IHSG Melesat: CSIS Soroti Risiko Gelembung Harga

394
×

IHSG Melesat: CSIS Soroti Risiko Gelembung Harga

Sebarkan artikel ini
alasan-csis-menilai-ada-risiko-bubble-di-balik-kenaikan-ihsg
Alasan CSIS Menilai Ada Risiko Bubble di Balik Kenaikan IHSG

Jakarta – Target ambisius Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi menembus level 10.000 pada tahun 2026 menuai kekhawatiran dari kalangan ekonom.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengingatkan potensi terbentuknya gelembung harga (bubble) di balik optimisme tersebut.

Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan, mengungkapkan bahwa kenaikan IHSG saat ini lebih banyak didorong oleh saham-saham perusahaan baru dengan valuasi tinggi.

“Yang menguat kebanyakan bukan perusahaan-perusahaan yang fundamentalnya bagus,” ujar Deni dalam konferensi pers, Rabu (8/1/2026).

Deni mencontohkan, saham-saham perbankan besar seperti Bank BCA, BRI, dan Bank Mandiri, serta perusahaan makanan seperti Indofood dan ICBP, justru tidak mengalami penguatan signifikan.

Kondisi ini, menurut Deni, menyebabkan reli IHSG lebih menyerupai pembentukan bubble daripada mencerminkan kekuatan ekonomi nasional yang solid.

Pembentukan gelembung ini membawa risiko siklus boom and bust, di mana koreksi tajam berpotensi terjadi jika ekspektasi pasar tidak sejalan dengan kinerja perusahaan.

Deni juga menyoroti ketidaksesuaian antara pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah, mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG lebih didorong oleh aktivitas domestik.

“Tapi lebih banyak domestik yang goreng-menggoreng (saham),” kata Deni.

CSIS menekankan pentingnya pengawasan terhadap struktur pasar dan kualitas penguatan indeks untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan mencapai level 10.000 pada tahun 2026, bahkan melampaui angka tersebut pada akhir tahun.

Purbaya meyakini bahwa kebijakan pemerintah yang semakin sinkron dan prospek ekonomi yang membaik akan mendorong kenaikan IHSG lebih cepat.