Ranah

Imlek Picu Belanja, Ekonomi Nasional Bergerak Naik

181
×

Imlek Picu Belanja, Ekonomi Nasional Bergerak Naik

Sebarkan artikel ini
libur-imlek,-perputaran-uang-diperkirakan-tembus-rp-9-t
Libur Imlek, Perputaran Uang Diperkirakan Tembus Rp 9 T

Jakarta – Libur panjang Imlek tahun ini diprediksi membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan perputaran uang mencapai Rp 9 triliun selama periode libur tersebut.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, meyakini libur Imlek akan memicu peningkatan konsumsi rumah tangga dan produktivitas ekonomi.

“Libur Imlek tahun ini akan mendorong produktivitas perekonomian dan meningkatkan konsumsi rumah tangga,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Perhitungan Kadin didasarkan pada sejumlah aktivitas yang lazim dilakukan masyarakat saat merayakan Imlek.

Populasi masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa yang mencapai 11,25 juta jiwa menjadi salah satu faktor utama. Jumlah ini setara dengan 2,8 juta keluarga, dengan asumsi setiap keluarga terdiri dari empat anggota.

Tradisi makan malam bersama dan berbagi angpao diyakini akan mendorong pengeluaran. Jika setiap keluarga membelanjakan Rp 1 juta untuk perayaan Imlek, potensi perputaran uang mencapai Rp 2,812 triliun.

Sektor pariwisata juga diprediksi akan mengalami peningkatan. Kadin memperkirakan sekitar 3 juta orang akan melakukan perjalanan wisata atau ziarah, baik menggunakan pesawat, kereta api, maupun kendaraan pribadi.

Dengan asumsi pengeluaran rata-rata Rp 500.000 per orang, potensi perputaran uang dari sektor pariwisata mencapai Rp 1,684 triliun.

Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan akan melayani 1.744.820 penumpang selama libur Imlek, dengan tujuan kota-kota besar seperti Surabaya, Medan, Semarang, Banjarmasin, Pontianak, Bali, dan Palembang.

Jika harga tiket pesawat rata-rata Rp 1 juta per penumpang, total transaksi diperkirakan mencapai Rp 1,74 triliun.

Pengguna kereta api juga diprediksi meningkat menjadi 1 juta penumpang. Dengan asumsi harga tiket rata-rata Rp 150 ribu, transaksi diperkirakan mencapai Rp 150 miliar.

Kereta cepat Whoosh diperkirakan mencatat 25 ribu transaksi dengan nilai Rp 6,250 miliar, dengan asumsi harga tiket Rp 250.000.

Sektor retail juga diprediksi akan mengalami pertumbuhan. Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan (Hippindo) menargetkan nilai transaksi sebesar Rp 53,38 triliun dari Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.

Dengan proyeksi pertumbuhan penjualan retail sebesar 5 persen selama Imlek, potensi perputaran uang dari sektor ini adalah sekitar Rp 2,669 triliun.

Sarman optimistis, perputaran uang selama libur Imlek akan mengerek konsumsi rumah tangga, yang pada gilirannya akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diyakini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2026 yang ditargetkan di level 5,5 persen.

Momen hari besar keagamaan yang berdekatan selama kuartal pertama tahun ini juga menjadi faktor pendukung. “Libur Idul Fitri merupakan perputaran uang terbesar di Indonesia dan menjadi puncak konsumsi rumah tangga terbesar di Indonesia,” pungkas Sarman.