RanahTeknologi

Indonesia Perkuat Siber Hadapi Serangan Spyware Bayaran

224
×

Indonesia Perkuat Siber Hadapi Serangan Spyware Bayaran

Share this article
bukan-hoax!-spyware-bayaran-disebut-sudah-menyerang-warga-indonesia
Bukan Hoax! Spyware Bayaran Disebut Sudah Menyerang Warga Indonesia

Jakarta – Penggunaan mercenary spyware seperti Predator dan sistem infeksi berbasis iklan, Aladdin, dilaporkan meningkat terhadap jurnalis, aktivis, pengacara, oposisi politik, dan kelompok sensitif lainnya di berbagai negara.

Laporan terbaru dari peneliti keamanan dan media internasional, termasuk temuan dari Intellexa Leaks, mengungkap fakta ini.

Kampanye spyware ini memanfaatkan celah keamanan zero-day exploits pada perangkat mobile, penyalahgunaan ekosistem iklan digital, dan manipulasi infrastruktur jaringan.

PT ITSEC Asia Tbk menekankan pentingnya memperkuat ketahanan siber nasional dalam menanggapi perkembangan ini.

Perusahaan juga menyoroti peran platform pertahanan tingkat lanjut seperti IntelliBroń dalam mendeteksi, merespons, dan memitigasi ancaman mercenary spyware di Indonesia.

Target spyware kini tak hanya pejabat tinggi, tetapi juga individu dan kelompok yang dianggap sensitif secara politik, hukum, atau strategis.

Cakupan penargetan meluas, tak lagi terbatas pada pemerintahan, tetapi juga jurnalis investigasi, pembela HAM, advokat kebijakan publik, dan profesional hukum.

Permukaan serangan semakin beragam, menggabungkan eksploitasi zero-day pada browser dan sistem mobile, injeksi ancaman pada operator telekomunikasi dan ISP, serta penyalahgunaan iklan digital.

Kekhawatiran terkait tata kelola dan akuntabilitas juga meningkat, dengan dugaan vendor spyware komersial mempertahankan akses jarak jauh ke sistem pelanggan.

“Ancaman siber yang kita hadapi direncanakan, terus-menerus, dan tertanam di seluruh rantai nilai digital,” ujar Chief Technology Officer ITSEC Asia, Marek Bialoglowy, di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

“Kita membutuhkan kapabilitas pertahanan yang mampu mengantisipasi dan mengelola risiko ini secara berkelanjutan,” tambahnya.