Jakarta – Guna menjawab tantangan kompleksitas industri logistik di era digital, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menawarkan 27 solusi rantai pasok berbasis kecerdasan buatan (AI). Solusi ini terbagi dalam enam area utama.
Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, menyampaikan hal ini pada Rabu (11/2/2026) di Jakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, terdapat 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir yang beroperasi di Indonesia hingga 2024.
Pesatnya pertumbuhan industri menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.
“Kami mendorong pemanfaatan teknologi AI agar proses di bidang ini saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur,” kata Muhammad Buldansyah.
Enam area utama solusi yang ditawarkan IOH meliputi:
* Always-On Supply Chain Operations
* Real-Time Operational Command
* Unified Digital Experience
* Sustainable Revenue Expansion
* Secure and Trusted Critical Infrastructure
* Predictive and Intelligent Decision Making
Solusi-solusi tersebut mencakup berbagai use-case, mulai dari konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, video analytics berbasis AI, AI chatbot, platform omnichannel, layanan keamanan siber, advanced analytics, hingga dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.
Adopsi digital dan AI di sektor rantai pasok berpotensi meningkatkan pendapatan sebesar 15-30 persen.
Selain itu, adopsi ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional sebesar 30-40 persen.
Kemudian, dapat menurunkan risiko pencurian dan fraud hingga 50 persen.
Serta mempercepat waktu respons layanan pelanggan sebesar 40-50 persen.
Penerapan predictive maintenance berbasis AI dalam operasional armada juga mampu menurunkan unplanned downtime hingga 50 persen sekaligus memperpanjang usia kendaraan.
Otomatisasi gudang berbasis IoT dan AI terbukti mempercepat proses fulfillment, menekan biaya operasional, dan meminimalkan keterlambatan pengiriman.






