Ranah

JAPFA Optimalkan Intervensi Gizi dan Edukasi Kesehatan Siswa Sekolah

119
×

JAPFA Optimalkan Intervensi Gizi dan Edukasi Kesehatan Siswa Sekolah

Sebarkan artikel ini
lanjutkan-rangkaian-akjj-2026,-japfa-dorong-kolaborasi-suarakan-pentingnya-gizi-seimbang-di-sumbar
Lanjutkan Rangkaian AKJJ 2026, JAPFA Dorong Kolaborasi Suarakan Pentingnya Gizi Seimbang di Sumbar

Padang Pariaman – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengintensifkan upaya penanggulangan malagizi melalui program “JAPFA for Kids” yang berlangsung di Sumatera Barat pada 21-22 Mei. Inisiatif ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk menyasar siswa sekolah dasar di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Rangkaian kegiatan dibuka di Kantor JAPFA Padang, kawasan Padang Industrial Park, dengan melibatkan 36 peserta yang terdiri dari kepala sekolah serta guru dari 12 sekolah binaan di Padang Pariaman dan Kota Padang. Pembekalan materi disampaikan oleh pakar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr. Ir. Asih Setiarini Msc, dengan dukungan penuh dari Puskesmas Pasar Usang serta perangkat Nagari Kasang.

Pada hari kedua, aksi nyata diwujudkan di SDN 6 Batang Anai, Padang Pariaman. Senior Officer Social Investment JAPFA, Argha Akbar, memaparkan bahwa agenda di sekolah tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, senam bersama, pemberian menu gizi seimbang, hingga seleksi bakat catur bagi para siswa.

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menekankan bahwa program ini merupakan bentuk kemitraan strategis, bukan sekadar bantuan materi. “JAPFA hadir sebagai mitra yang mengajak sekolah, orang tua, dan puskesmas untuk berkontribusi aktif dalam menurunkan angka gizi buruk serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ungkap Rachmat.

Efektivitas program ini tercermin dari data internal perusahaan tahun 2025, di mana 62,5% siswa yang sebelumnya mengalami gizi kurang atau buruk berhasil mencapai status gizi baik. Hingga saat ini, jangkauan program telah meluas hingga lebih dari 201.000 siswa di 105 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara terintegrasi. “Kami memberikan asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, disertai pemantauan digital, pelatihan guru, serta pendampingan orang tua agar dampaknya terukur secara konsisten,” tuturnya.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, JAPFA turut meluncurkan Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 bertema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”. Kompetisi ini bertujuan memperluas edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

Untuk menjamin kualitas karya, JAPFA menggandeng dewan juri lintas profesi, yakni jurnalis senior Akhmad Munir, fotografer jurnalistik Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H.

Rachmat berharap sinergi antara dunia usaha dan media melalui AKJJ 2026 mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap tantangan gizi anak yang masih nyata. Merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi gizi kurang dan buruk pada anak usia 5-12 tahun masih berada di angka 11%. “Kolaborasi lintas sektor menjadi elemen kunci dalam menciptakan perubahan berkelanjutan bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” tutupnya.