Ranah

Jatim Bangun Generasi Muda, Kembangkan Pertanian Kopi

147
×

Jatim Bangun Generasi Muda, Kembangkan Pertanian Kopi

Sebarkan artikel ini
inisiatif-dari-jawa-timur-mengajak-pemuda-jadi-petani-kopi
Inisiatif dari Jawa Timur Mengajak Pemuda Jadi Petani Kopi

Lumajang – Kabar baik datang dari Jawa Timur. Gairah bertani kopi kembali membara di kalangan pemuda desa.

Inisiatif seperti program ‘Nabung Kopi’ di Bale Kopi Gucialit, Lumajang, berhasil meningkatkan pendapatan petani hingga 15 persen.

Tak hanya itu, program ini juga membuka lapangan kerja bagi pemuda desa yang sebelumnya menganggur.

Bondowoso – Hal serupa terjadi di Bondowoso. Sekolah Kopi Raisa berhasil mendongkrak harga kopi robusta dari Rp 20 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Pendampingan intensif selama tiga tahun sejak 2021 juga meningkatkan jumlah pekerja di sektor kopi.

Jember – Komitmen menjadikan kopi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan mengemuka dalam seminar nasional di Universitas Jember.

Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan petani kopi bertemu untuk merumuskan strategi pengembangan kopi yang berkelanjutan.

Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, menekankan pentingnya industrialisasi kopi berbasis desa.

“Nilai tambahnya harus tinggal di desa, mulai dari pencucian, sangrai, pengemasan, hingga branding,” tegasnya.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong pemanfaatan hutan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan lebih dari 41 ribu hektare lahan yang dapat dikelola masyarakat, setidaknya 41 ribu rumah tangga bisa kita angkat dari kemiskinan,” ujarnya.

Kepala LP2M UNEJ, Yuli Witono, mengingatkan bahwa inovasi di hulu, khususnya di kebun kopi rakyat, harus diperkuat.

“Kopi kita kaya rasa namun masih miskin inovasi,” katanya.

Universitas Jember berkomitmen untuk terus melakukan riset dan pendampingan masyarakat di sektor kopi.

“Kami ingin kampus ini bukan hanya unggul secara akademik, tapi benar-benar menjadi kampus yang berdampak bagi petani dan masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bambang Kuswandi.