Jakarta – Gelombang serangan siber yang terus meningkat memaksa organisasi untuk menempatkan keamanan data sebagai prioritas utama.
Lebih dari sekadar urusan teknis, perlindungan data kini menjadi fondasi keberlangsungan bisnis dan kepercayaan publik. Pergeseran pola serangan menuntut pendekatan keamanan yang lebih adaptif, kontekstual, dan terfokus pada risiko nyata.
Pakar keamanan data dan *cybersecurity*, Leonardo Hutabarat, menekankan pentingnya pendekatan berbasis *use case* dalam menghadapi kompleksitas ancaman digital. Menurutnya, organisasi perlu memetakan risiko spesifik yang relevan dengan aktivitas operasional mereka agar sistem keamanan dapat bekerja lebih presisi dan efektif.
“Ancaman siber terus berevolusi, sehingga sistem keamanan harus dibangun berdasarkan *use case* yang sesuai dengan risiko aktual,” tegas Leonardo dalam keterangan resminya, Selasa (30/12/2025). Pendekatan ini dinilai lebih unggul dibandingkan sekadar memenuhi standar kepatuhan.
Pendekatan *use case* memungkinkan organisasi menyusun skenario keamanan yang selaras dengan karakteristik bisnis dan pola serangan yang dihadapi. Dengan demikian, potensi ancaman dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi insiden yang merugikan.
Dalam praktiknya, *use case* keamanan mencakup berbagai skenario, mulai dari deteksi akun yang terkompromi hingga penyalahgunaan hak akses. Pendekatan ini memberikan visibilitas yang lebih baik kepada tim keamanan terhadap aktivitas mencurigakan di dalam sistem.
“Dengan *use case* yang tepat, tim keamanan dapat mengurangi *false positive* dan fokus pada insiden yang benar-benar berdampak,” jelas Leonardo. Efisiensi ini krusial agar sumber daya keamanan tidak terbuang percuma untuk alarm yang tidak relevan.
Pemanfaatan solusi analitik keamanan berbasis perilaku semakin memperkuat efektivitas pendekatan *use case*. Korelasi data dan otomasi investigasi memungkinkan respons insiden yang lebih cepat dan terarah.
Keamanan data juga memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola perusahaan dan kepatuhan regulasi. Sistem yang dirancang dengan matang membantu organisasi menghadapi audit dengan lebih percaya diri. Leonardo menekankan bahwa keamanan siber harus dipandang sebagai fondasi tata kelola perusahaan, bukan sekadar beban tambahan.
Integrasi keamanan ke dalam strategi bisnis secara keseluruhan dinilai mampu meningkatkan ketahanan organisasi secara signifikan. “Keamanan siber harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis agar organisasi lebih siap menghadapi risiko di masa depan,” pungkas Leonardo. Pendekatan ini, lanjutnya, akan memperkuat kepercayaan *stakeholder* dalam jangka panjang.






