Jakarta – Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2026-2031, memiliki total kekayaan Rp 74,4 miliar.
Jumlah tersebut terungkap dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024.
Data LHKPN menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan saat Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Saat itu, per 21 September 2024, kekayaannya tercatat Rp 73,6 miliar.
“Total harta kekayaan Rp 74.497.761.234,” demikian bunyi kutipan dari e-LHKPN Thomas Djiwandono yang tertera di situs resmi KPK, Rabu (28/1/2026).
Sebelumnya, Thomas Djiwandono menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR RI pada Senin (26/1/2026).
Ia terpilih menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung.
Dengan jabatan barunya, Thomas otomatis meninggalkan posisinya sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Dalam LHKPN yang dilaporkan, aset terbesar Thomas Djiwandono adalah tanah dan bangunan senilai Rp 40,5 miliar.
Properti tersebut berlokasi di Jakarta Selatan dan berstatus hibah tanpa akta.
Selain itu, Thomas tercatat memiliki tiga unit mobil.
Masing-masing adalah Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 (Rp 800 juta), Hyundai Staria 2.2 2WD 8AT tahun 2024 (Rp 1,06 miliar), dan Lexus tahun 2024 (Rp 2,35 miliar).
Seluruh kendaraan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.
LHKPN juga mencatat harta bergerak lain senilai Rp 1,8 miliar, surat berharga Rp 13 miliar, serta kas dan setara kas Rp 14,8 miliar.
Dalam laporan tersebut, Thomas Djiwandono tidak memiliki utang maupun jenis harta lainnya.






