Ranah

Kemenparekraf Dorong Promosi Wisata Tanah Datar ke Pasar Global

70
×

Kemenparekraf Dorong Promosi Wisata Tanah Datar ke Pasar Global

Sebarkan artikel ini
asisten-deputi-pemasaran-pariwisata-kemenpar-kunjungi-destinasi-wisata-tanah-datar
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Kemenpar Kunjungi Destinasi Wisata Tanah Datar

Tanah Datar – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mendorong perluasan promosi destinasi unggulan Kabupaten Tanah Datar ke pasar internasional melalui kunjungan kerja Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Senin (27/4/2026).

Dalam kunjungan yang berlangsung selama dua hari itu, rombongan meninjau sejumlah objek wisata, dimulai dari Kampung Minangkabau di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, dan Puncak Aua Sarumpun di Kecamatan Rambatan.

Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Yulia, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperluas promosi potensi wisata daerah ke pasar global, termasuk lewat kerja sama dengan agen perjalanan internasional.

“Kami bekerja sama dengan travel agen dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, dan Australia. Wisatawan dari Jepang dan Korea umumnya tertarik pada budaya dan panorama alam, sementara wisatawan Australia lebih menyukai wisata petualangan,” ujar Yulia.

Ia menambahkan, hasil peninjauan itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk menghadirkan agen perjalanan internasional ke Tanah Datar.

“Kami mencoba membawa travel agen untuk melihat langsung potensi wisata di sini, sehingga dapat dipromosikan lebih luas ke mancanegara,” tuturnya.

Dari pemerintah daerah, Asisten Administrasi Umum Setdakab Tanah Datar, Riswandi, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Asisten Deputi beserta rombongan.

Ia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat eksistensi pariwisata Tanah Datar, khususnya destinasi di Nagari Sumpur.

“Kami berharap objek wisata di Sumpur khususnya dan Tanah Datar pada umumnya semakin dikenal luas dan berkembang. Kampung Minang merupakan salah satu destinasi andalan, karena tidak hanya menawarkan keindahan rumah gadang, tetapi juga kekayaan budaya Minangkabau yang autentik,” kata Riswandi.

Riswandi juga berharap pemerintah pusat memberi dukungan, terutama dalam penguatan sarana dan prasarana wisata, di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi.