RanahTeknologi

Kemenperin Dorong IKM Kuasai AI untuk Manufaktur

316
×

Kemenperin Dorong IKM Kuasai AI untuk Manufaktur

Sebarkan artikel ini
menteri-perindustrian:-akal-imitasi-mendorong-efisiensi,-inovasi,-daya-saing
Menteri Perindustrian: Akal Imitasi Mendorong Efisiensi, Inovasi, Daya Saing

Bogor – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk segera mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing sektor manufaktur.

Dorongan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) dan PT Media Wave Interaktif (MWX).

Penandatanganan MoU dilakukan dalam Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM di Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/11/2025).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, AI menjadi kunci efisiensi dan inovasi industri saat ini.

“Di tengah arus perubahan teknologi, kecerdasan buatan menjadi salah satu pilar utama yang mendorong efisiensi, inovasi, dan daya saing,” ujar Agus, Sabtu (15/11/2025).

Teknologi AI, lanjutnya, tidak hanya mempercepat otomatisasi proses, tetapi juga membantu analisis data secara akurat.

Dengan demikian, industri dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok, dan menghasilkan produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.

Agus menilai transformasi digital menjadi semakin mendesak mengingat Indonesia memiliki 4,43 juta unit IKM yang menyerap lebih dari 12,8 juta tenaga kerja.

Pada triwulan III 2025, sektor manufaktur tumbuh 5,58 persen dengan kontribusi 17,39 persen terhadap PDB.

Ditjen IKMA melalui program e-Smart IKM telah melatih 31.306 pelaku IKM terkait literasi digital, pemasaran daring, dan penggunaan teknologi dalam bisnis hingga triwulan III 2025.

Namun, hasil self-assessment INDI 4.0 menunjukkan skor rata-rata 1,45, mengindikasikan masih rendahnya kesiapan adopsi teknologi lanjutan seperti AI.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kerja sama dengan MediaWave bertujuan memperluas akses IKM terhadap teknologi AI yang lebih terjangkau.

Reni mengutip riset Amazon Web Services (AWS) dan Strand Partners yang menyebutkan 59 persen perusahaan yang telah menggunakan AI mengalami kenaikan pendapatan rata-rata hingga 16 persen.

“Kami berharap kolaborasi ini membantu IKM memanfaatkan teknologi AI secara lebih mudah dan murah,” kata Reni.

Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM yang berlangsung pada 13-14 November 2025 di Bogor, diikuti oleh 65 IKM.

Workshop ini membahas transformasi digital melalui INDI 4.0 serta pedoman keamanan siber bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

MediaWave juga memberikan pelatihan langsung mengenai penggunaan AI dalam produksi, pemasaran digital, penjualan, hingga pengelolaan keamanan siber.

Reni menekankan bahwa transformasi digital perlu dibarengi penguatan keamanan siber.

“Keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi keharusan strategis untuk menjaga keandalan sistem dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Founder dan CEO MediaWave Yose Rizal menambahkan, AI mampu mempercepat proses bisnis hingga lima kali lipat dengan biaya lebih rendah.

“Masih ada kesenjangan teknologi, karena 90 persen UMKM global belum memiliki akses tools AI. Kami berharap kolaborasi ini mempercepat adopsi di puluhan ribu IKM,” pungkas Yose.