Tangerang – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI menekankan pentingnya transformasi digital dalam pendidikan tinggi. Penegasan ini disampaikan dalam acara Wisuda ke-7 Universitas Matana.
Acara wisuda yang digelar di Grand Ballroom Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Senin (27/10) lalu, sekaligus memperingati Dies Natalis ke-11 Universitas Matana.
Faris Fadhillah Achmad dari Pusat Data Nasional Komdigi RI, mewakili kementerian, menyampaikan orasi ilmiah. Tema orasinya adalah “Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Budaya Inovasi, Inspirasi, dan Dampak Nyata bagi Bangsa di Era Transformasi Digital.”
Faris menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam mencetak talenta digital dan menumbuhkan budaya inovasi.
“Kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi ide-ide baru dan solusi digital yang berdampak nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri adalah kunci untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Wisuda ke-7 Universitas Matana mengusung tema “Innovate, Inspire, Impact,” yang menegaskan komitmen kampus untuk melahirkan lulusan berkarakter inovatif dan berdampak positif.
Rektor Universitas Matana, Dr. Melitina Tecoalu, menyampaikan semangat inovasi sebagai bekal penting bagi mahasiswa di era digitalisasi.
“Kami menanamkan nilai entrepreneurship dan inovasi agar lulusan Matana mampu menjadi agent of change di bidangnya,” ujarnya.
Universitas Matana juga meluncurkan Maven Store, toko stationery dan merchandise kampus berbasis kolaborasi digital.
Proyek ini terintegrasi dengan Matana Business Incubator Center (MBIC) sebagai wadah pengembangan ide bisnis mahasiswa.
Langkah ini menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong lahirnya wirausaha muda digital yang mampu bersaing di pasar global.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Yurie Aji Priyanto, mengapresiasi kepatuhan tata kelola dan transparansi akademik Universitas Matana.






