PolitikRanah

Kontroversi Epyardi Bumerang, Elektabilitas Mahyeldi Naik Signifikan

1246
×

Kontroversi Epyardi Bumerang, Elektabilitas Mahyeldi Naik Signifikan

Sebarkan artikel ini
Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (1/10/2017).
Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (1/10/2017).

Padang – Direktur SBLF Myriset Consultant, Edo Andrefson, mengungkapkan sejumlah faktor yang mendorong kenaikan elektabilitas Mahyeldi sebagai Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar).

“Faktor pertama, kinerja Gubernur petahana (Mahyeldi) secara kewilayahan jauh berbeda dengan Bupati Solok (Epyardi),” ujar Edo di Padang, Rabu (4/9/2024).

Meskipun Mahyeldi memimpin seluruh wilayah Sumbar, sedangkan Epyardi hanya memimpin satu kabupaten, elektabilitas Mahyeldi di Kabupaten Solok justru lebih tinggi.

Faktor kedua, menurut Edo, adalah ketidakpastian pendamping Epyardi untuk Pilgub Sumbar 2024. “Survei terakhir kami dilakukan saat Epyardi belum mengumumkan pasangannya, sementara Mahyeldi sudah menggandeng Vasko Ruseimy,” terangnya.

Ketidakpastian tersebut memunculkan sorotan terhadap keseriusan Epyardi dalam maju di Pilgub Sumbar. “Masyarakat melihat ketidakpastian itu sebagai tanda bahwa Epyardi tidak serius,” jelas Edo.

Selain itu, bergabungnya Andre Rosiade dalam tim Mahyeldi-Vasko juga turut mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut. “Apalagi setelah ada dukungan dari Demokrat yang diwakili Mulyadi,” kata Edo.

Edo menambahkan, kontroversi yang diciptakan Epyardi terhadap Mahyeldi justru menguntungkan Mahyeldi. “Kata-kata sinis dan ejekan yang dilontarkan Epyardi dianggap tidak pantas oleh masyarakat Minang,” pungkasnya.