Palembayan – Puluhan kepala keluarga (KK) di Palembayan, Agam, Sumatera Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor. Mereka kini membutuhkan bantuan mendesak.
Sebanyak 32 KK atau 89 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Mereka juga kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.
Bantuan mendesak yang dibutuhkan antara lain perlengkapan masak. Kompor gas, periuk, kuali, piring, gelas, dan sendok sangat diperlukan.
Selain itu, 35 anak usia sekolah, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, membutuhkan uluran tangan untuk biaya pendidikan.
Hendro (38), warga Kayu Pasak Selareh Air, Palembayan, mengatakan para korban selamat kini ditampung di sembilan rumah warga di Kampuang Padang Sudu Sudu. Lokasinya berjarak beberapa kilometer dari rumah mereka yang terdampak bencana.
“Awalnya mereka menempati posko pengungsian di SD 05 Kayu Pasak, tapi karena kekurangan air bersih, mereka pindah ke Padang Sudu Sudu,” jelas Hendro.
Menurut Hendro, kebutuhan makan sehari-hari para pengungsi masih terpenuhi. Namun, alat-alat masak dan bantuan biaya sekolah menjadi prioritas utama.
Pejabat Dinsos Agam, Hasneril, mengimbau perwakilan pengungsi untuk datang langsung ke Posko Pusat di Balairung Rumah Dinas Bupati di Lubuk Basung.
“Jika datang langsung ke posko, bantuan akan langsung disediakan,” kata Hasneril.






