Ekonomi

Laba Bank Nagari Kuartal III Turun dari 2023, Kredit Tetap Tumbuh

1647
×

Laba Bank Nagari Kuartal III Turun dari 2023, Kredit Tetap Tumbuh

Sebarkan artikel ini

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Nagari juga mengalami penurunan tipis, dari Rp1,37 triliun pada kuartal III/2023 menjadi Rp1,35 triliun pada kuartal III/2024.

Padang – Pada kuartal III/2024, PT Bank Nagari melaporkan laba bersih sebesar Rp348,35 miliar. Angka ini turun sekitar 10,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat laba bersih Rp388,16 miliar.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Nagari juga mengalami penurunan tipis, dari Rp1,37 triliun pada kuartal III/2023 menjadi Rp1,35 triliun pada kuartal III/2024.

Meski demikian, pendapatan lainnya tercatat meningkat sebesar Rp139,31 miliar per September 2024, namun pertumbuhannya hanya 2,88% secara tahunan, jauh di bawah pertumbuhan 12,11% pada kuartal III/2023.

Kinerja Kredit dan Kualitas Aset

Bank Nagari mencatat pertumbuhan kredit sebesar 4,09% pada kuartal III/2024, dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp21,48 triliun, dibandingkan Rp20,64 triliun pada kuartal III/2023.

Sektor pembiayaan syariah menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 18,29% secara tahunan, mencapai Rp3,84 triliun pada September 2024.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi 2,07% pada September 2024 dibandingkan 2,17% pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, rasio NPL net mengalami sedikit kenaikan dari 0,31% menjadi 0,33%.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga dan CASA

Dana pihak ketiga (DPK) Bank Nagari tumbuh 6,59% pada kuartal III/2024, mencapai Rp27,02 triliun.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan dana murah atau CASA yang naik 8,5% menjadi Rp11,92 triliun.

Pada kuartal III/2023, DPK hanya tumbuh 3,34% dengan CASA mengalami penurunan sebesar 5,91%.

Unit Syariah Catat Kenaikan Laba

Unit syariah Bank Nagari mencatat laba sebesar Rp141,1 miliar pada September 2024, meningkat 7,81% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh pendapatan setelah distribusi yang mencapai Rp196,07 miliar, serta fee based income yang melonjak dari Rp50 juta menjadi Rp821 juta pada periode yang sama.