Jakarta – Peran televisi dalam ekosistem hunian pintar kini mengalami pergeseran signifikan. Tidak lagi sekadar menjadi perangkat hiburan, televisi telah berevolusi menjadi pusat kendali utama yang mengintegrasikan berbagai peralatan elektronik rumah tangga melalui dukungan kecerdasan buatan (AI).
LG Electronics Indonesia menjadi salah satu penggerak utama tren ini. Perusahaan tersebut membangun ekosistem di mana televisi mampu berkomunikasi secara langsung dengan perangkat lain, seperti pendingin ruangan (AC) dan penjernih udara. Sebagai ilustrasi, televisi dapat secara otomatis memerintahkan AC untuk menyesuaikan suhu ruangan saat pengguna mulai memutar film, sehingga kenyamanan tercipta tanpa perlu intervensi manual.
Efisiensi operasional menjadi prioritas dalam pengembangan teknologi ini. Penjernih udara, misalnya, kini dibekali kemampuan mendeteksi kualitas udara secara real-time dan menyesuaikan kinerjanya secara mandiri.
President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, menekankan bahwa AI kini telah menjadi fondasi utama dalam seluruh lini produk mereka, bukan lagi sekadar fitur tambahan. “Kami ingin membuktikan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur, melainkan jantung dari seluruh ekosistem semua produk,” tegasnya.
Selain integrasi antarperangkat, pengalaman pengguna turut ditingkatkan melalui fitur perintah suara yang lebih adaptif. Sistem terbaru memungkinkan televisi memahami bahasa Indonesia secara natural, sehingga pengguna tidak perlu lagi terpaku pada pola kalimat atau perintah kaku saat berinteraksi dengan perangkat.
Dari sisi visual, jajaran televisi premium terbaru juga telah dilengkapi prosesor canggih yang mampu mengoptimalkan kualitas gambar secara otomatis. Teknologi ini bekerja dengan menyesuaikan warna, tingkat kecerahan, hingga detail visual agar selaras dengan konten yang sedang ditayangkan, guna memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif bagi pengguna.






