Batusangkar – Kemenangan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-43 tingkat Kabupaten Tanah Datar tidak otomatis mengantarkan peserta menuju kompetisi tingkat provinsi.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menetapkan kebijakan seleksi ulang yang lebih ketat sebagai saringan akhir bagi para calon kafilah.
Plt. Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Tanah Datar, Abu Hanifah, menyampaikan kebijakan tersebut saat memimpin apel pagi di lingkungan kantornya, Senin (29/6/2026).
Tahapan tambahan ini dirancang khusus untuk mematangkan persiapan kafilah Tanah Datar sebelum berlaga di Kabupaten Pesisir Selatan tahun depan.
Abu menegaskan bahwa standar kompetensi tinggi menjadi syarat mutlak demi memastikan daerah mengirimkan talenta terbaik di panggung provinsi.
Pihaknya kini terus mendorong penyamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan agar program utama LPTQ berjalan optimal.
“Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan Kemenag selaku panitia teknis harus terus diperkuat demi melahirkan kafilah yang kompetitif,” ungkap Abu Hanifah.
Di samping persiapan tingkat provinsi, Kantor Kemenag Tanah Datar juga tengah memfokuskan perhatian pada lima utusan yang akan bertarung di ajang MTQ Korpri Tingkat Nasional di Sulawesi Selatan pada Agustus mendatang.
Kelima delegasi tersebut yakni Abu Hanifah pada cabang Khat, Alfion di cabang Hifzil, serta M. Fachri pada cabang Tartil.
Daftar utusan kemudian dilengkapi oleh Isnaini untuk cabang Cipta Baca Puisi Islami dan Fadillatul Nisa pada cabang KTIQ.
Pihak Kemenag mengharapkan doa serta dukungan penuh dari masyarakat luas demi kesuksesan seluruh kafilah dalam mengharumkan nama daerah.






