Ranah

Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jamin Ketersediaan Uang di Mentawai

176
×

Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jamin Ketersediaan Uang di Mentawai

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-lepas-ekspedisi-rupiah-berdaulat-2026-ke-mentawai,-perkuat-layanan-keuangan-di-daerah-3t
Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Mentawai, Perkuat Layanan Keuangan di Daerah 3T

Padang – Bank Indonesia kembali mengukuhkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan ekonomi di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi melepas keberangkatan tim ekspedisi dari Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, pada Rabu (3/6/2026).

Dalam misi kemanusiaan dan ekonomi ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 untuk mengarungi perairan selama tujuh hari. Kapal tersebut mengemban tugas menjangkau sejumlah titik di Kabupaten Kepulauan Mentawai, mulai dari Siberut (Maileppet), Muara Sikabaluan, Sipora, hingga Pagai Utara dan Pagai Selatan, dengan total jarak tempuh mencapai 505 nautical mile.

Mahyeldi menegaskan bahwa kehadiran mata uang rupiah di pelosok negeri bukan sekadar alat tukar, melainkan manifestasi nyata kedaulatan negara. Ia berharap tantangan geografis di Kepulauan Mentawai tidak menjadi penghalang bagi masyarakat setempat untuk mengakses layanan keuangan yang setara dengan daerah lain.

“Setiap lembar rupiah yang beredar hingga ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Mahyeldi saat melepas tim ekspedisi.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, menjelaskan bahwa agenda di Sumatera Barat ini merupakan bagian dari 23 rangkaian kegiatan serupa yang dipersiapkan sepanjang tahun 2026. Fokus utama ekspedisi ini adalah memastikan kecukupan pasokan uang tunai berkualitas baik sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak edar dari masyarakat.

“Kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi. Karena itu, Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan kembali,” papar Novyanto.

Sinergi lintas sektor ini mendapat apresiasi dari Komandan Komando Daerah Maritim II Padang, Sarimpunan Tanjung. Menurutnya, kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menjadi kunci vital dalam mendistribusikan mata uang nasional hingga ke titik terjauh di negara kepulauan seperti Indonesia.

Selain layanan kas keliling, ekspedisi ini juga membawa misi edukasi mengenai tata cara merawat rupiah serta pelatihan bagi pelaku UMKM di wilayah tujuan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memacu aktivitas ekonomi masyarakat di Kepulauan Mentawai agar lebih berdaya dan mandiri.