PemerintahanRanahSosial

Menko Muhaimin Lepas Ribuan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang

53
×

Menko Muhaimin Lepas Ribuan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang

Sebarkan artikel ini
uin-imam-bonjol-padang-harus-jadi-pusat-peradaban-yang-sesungguhnya
UIN Imam Bonjol Padang Harus Jadi Pusat Peradaban yang Sesungguhnya

Padang – Sebanyak 2.530 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi diterjunkan ke masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52. Prosesi pelepasan yang berlangsung di Gedung J Kampus III, Senin (15/6), dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Dalam arahannya, Muhaimin menekankan pentingnya perguruan tinggi sebagai pusat peradaban yang mampu melahirkan inovasi dan teori baru. Ia mendorong sivitas akademika UIN Imam Bonjol untuk memperkuat fondasi ilmu pengetahuan sebagai pilar utama dalam mendukung visi kemandirian bangsa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Kita tidak boleh lagi bergantung pada konstelasi global yang tidak pasti, seperti kurs dolar atau perdagangan internasional. Kita harus membangun kekuatan ekonomi dari dalam dengan mengedepankan kemandirian,” tegas Muhaimin.

Ia berharap para mahasiswa yang akan terjun ke lapangan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi nyata di berbagai sektor, mulai dari keagamaan, ekonomi, hingga pemberdayaan sosial. Menurutnya, institusi pendidikan harus berpijak kuat pada ilmu pengetahuan agar arah pembangunan bangsa tetap berada di jalur yang tepat.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati, menyambut positif kehadiran Menko Pemberdayaan Masyarakat tersebut. Baginya, kunjungan ini menjadi suntikan energi bagi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan agenda strategis kampus.

Pada periode ini, KKN mengusung tema “An Nahl Berdampak: Berdaya, Tangguh, dan Berbudaya untuk Kebangkitan Bangsa dan Budaya”. Martin menjelaskan bahwa filosofi lebah yang diambil dari QS. An-Nahl menjadi pedoman agar mahasiswa tidak bersikap menggurui saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Datanglah seperti lebah, seraplah ilmu kehidupan dari masyarakat, hargai kearifan lokal serta budaya setempat, lalu keluarkanlah ‘madu’ berupa inovasi dan solusi nyata yang berdampak langsung bagi kebangkitan masyarakat,” ujar Martin.

Terdapat tiga fokus utama yang menjadi agenda mahasiswa selama KKN, yakni rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan, advokasi perlindungan pekerja migran di tingkat akar rumput, serta pengembangan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM dan koperasi di desa-desa.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Walikota Padang Fadly Amran, jajaran Forkopimda, serta anggota DPRD Sumatra Barat. Sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mendorong kemajuan daerah dan bangsa.