PolitikRanah

NasDem Sumbar Protes Sampul Majalah Tempo, Jaga Etika Jurnalistik

143
×

NasDem Sumbar Protes Sampul Majalah Tempo, Jaga Etika Jurnalistik

Sebarkan artikel ini
nasdem-sumbar-desak-tempo-minta-maaf,-minta-dewan-pers-tegakkan-etika-jurnalistik
NasDem Sumbar Desak Tempo Minta Maaf, Minta Dewan Pers Tegakkan Etika Jurnalistik

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat melayangkan protes keras terhadap sampul Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026. Partai tersebut menilai visualisasi sampul itu tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang etis, berimbang, dan bertanggung jawab.

Protes disampaikan langsung kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat pada Rabu (15/4). NasDem Sumbar menilai sampul majalah tersebut berpotensi merendahkan martabat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, melalui framing negatif yang tendensius.

Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, beserta jajaran pengurus menerima pernyataan sikap resmi dari rombongan NasDem Sumbar. Kunjungan ini bertujuan memastikan aspirasi kader tersampaikan melalui organisasi profesi wartawan yang sah demi menjaga marwah pers dan stabilitas opini publik di daerah.

Sejumlah tokoh kunci DPW NasDem Sumbar hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Musmaizer Dt Gamuak, Marta Suhendra, Ilyas Chandra, M. Yusuf, Budi Ramadhan, dan koordinator lapangan Wendy July Putra. Kehadiran perwakilan dari DPD, DPC, hingga DPRT se-Kota Padang menunjukkan keseriusan partai dalam menyikapi isu yang menyangkut kehormatan pimpinan mereka.

Melalui Nasrul A, Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis, DPW NasDem Sumbar menegaskan bahwa ilustrasi pada sampul tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat. Pihaknya menilai ada upaya pembangunan framing negatif yang tidak proporsional dan berpotensi merendahkan martabat Surya Paloh sebagai tokoh nasional.

NasDem Sumatera Barat mengakui kebebasan pers sebagai pilar vital demokrasi yang wajib dihormati. Namun, mereka mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak absolut, melainkan harus bersandar pada tanggung jawab moral dan profesionalitas tinggi agar tidak mencederai nilai-nilai demokrasi.

Kritik pers, menurut Nas

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat melayangkan protes keras terhadap sampul Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026. Partai tersebut menilai visualisasi sampul itu tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang etis, berimbang, dan bertanggung jawab.

Protes disampaikan langsung kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat pada Rabu (15/4). NasDem Sumbar menilai sampul majalah tersebut berpotensi merendahkan martabat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, melalui framing negatif yang tendensius.

Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, beserta jajaran pengurus menerima pernyataan sikap resmi dari rombongan NasDem Sumbar. Kunjungan ini bertujuan memastikan aspirasi kader tersampaikan melalui organisasi profesi wartawan yang sah demi menjaga marwah pers dan stabilitas opini publik di daerah.

Sejumlah tokoh kunci DPW NasDem Sumbar hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Musmaizer Dt Gamuak, Marta Suhendra, Ilyas Chandra, M. Yusuf, Budi Ramadhan, dan koordinator lapangan Wendy July Putra. Kehadiran perwakilan dari DPD, DPC, hingga DPRT se-Kota Padang menunjukkan keseriusan partai dalam menyikapi isu yang menyangkut kehormatan pimpinan mereka.

Melalui Nasrul A, Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis, DPW NasDem Sumbar menegaskan bahwa ilustrasi pada sampul tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat. Pihaknya menilai ada upaya pembangunan framing negatif yang tidak proporsional dan berpotensi merendahkan martabat Surya Paloh sebagai tokoh nasional.

NasDem Sumatera Barat mengakui kebebasan pers sebagai pilar vital demokrasi yang wajib dihormati. Namun, mereka mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak absolut, melainkan harus bersandar pada tanggung jawab moral dan profesionalitas tinggi agar tidak mencederai nilai-nilai demokrasi.

Kritik pers, menurut NasDem, seharusnya berpijak pada data, fakta, dan substansi yang jelas, bukan sekadar pendekatan visual provokatif yang menyesatkan opini publik. Jurnalisme yang sehat memiliki tanggung jawab besar untuk tetap objektif dan menyediakan informasi yang akurat kepada masyarakat.