Ranah

Padang Gandeng BPBPK Atasi Krisis Air Bersih Pascabencana

168
×

Padang Gandeng BPBPK Atasi Krisis Air Bersih Pascabencana

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-usulkan-228-sumur-bor-atasi-krisis-air
Pemko Padang Usulkan 228 Sumur Bor Atasi Krisis Air

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang berupaya keras mengatasi masalah air bersih pascabencana dengan menggandeng Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat. Kebutuhan mendesak akan air bersih bagi masyarakat menjadi fokus utama dalam pertemuan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (21/1/2026).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengungkapkan bahwa meskipun pelayanan air bersih oleh PDAM telah mencapai 99 persen, masih ada beberapa wilayah yang mengalami kendala tekanan air dan jangkauan distribusi.

“Pelayanan PDAM sudah mencapai sekitar 99 persen, namun masih terdapat kendala tekanan air di beberapa titik,” kata Fadly Amran.

Sebagai solusi alternatif, Pemko Padang menyiapkan pembangunan sumur bor dan sumur komunal bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan PDAM.

Berdasarkan data yang ada, kebutuhan sumur bor mencapai 228 titik yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Pendataan menunjukkan kebutuhan sumur bor tersebar di Kuranji 36 titik, Koto Tangah 107 titik, Pauh 48 titik, dan Nanggalo 37 titik,” jelas Fadly Amran.

BPBPK Sumatera Barat menyatakan kesiapannya untuk mendukung penyediaan air bersih di Kota Padang.

Maria Doeni Isa dari BPBPK menjelaskan beberapa solusi yang dapat diterapkan, termasuk pemasangan pipa SPAM sebagai solusi darurat jika sumber air memungkinkan.

“Wilayah di luar layanan PDAM dapat dipasang pipa SPAM sebagai solusi darurat jika sumber air memungkinkan,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan sumur bor dengan sistem penampungan, seperti yang telah dilakukan di Padang Pariaman, juga menjadi opsi.

Maria Doeni Isa menekankan pentingnya kejelasan lahan dan pengelolaan yang baik dalam pembangunan sumur bor.

“Pembangunan sumur bor dilaksanakan satu paket dengan sistem penampungan dan sumber energi,” jelasnya.

Penggunaan solar panel juga menjadi pertimbangan jika listrik tidak tersedia, dan Pemko Padang perlu menyiapkan lahan untuk pembangunan sumur bor.