Ranah

Padang Normalisasi Sungai Usai Banjir Bandang Ubah Aliran

374
×

Padang Normalisasi Sungai Usai Banjir Bandang Ubah Aliran

Share this article
dua-sungai-yang-berbelok-arah-akan-kembali-dinormalisasi
Dua Sungai yang Berbelok Arah akan Kembali Dinormalisasi

Padang – Banjir bandang yang menerjang Kota Padang pada 28 November 2025 lalu menyebabkan perubahan aliran sungai. Pemkot Padang kini berupaya menormalisasi dua sungai terdampak, yakni Batang Air Dingin dan Batang Kuranji.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengungkapkan kekhawatiran perubahan aliran sungai akan memperparah pengikisan tebing.

“Setelah bencana kemarin itu saya melihat aliran sungai seperti permainan pingpong, berbelok ke kiri dan kanan,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Saat ini, fokus utama Pemkot Padang adalah mengembalikan aliran sungai ke jalur semula.

“Di masa tanggap darurat ini kita akan alihkan kembali aliran sungai, sehingga tidak menghantam langsung ke tebing sungai,” jelas Tri.

Di Batang Air Dingin, aliran sungai bahkan membelah permukiman warga di Perumahan Lumin Park hingga Kampung Apar. Sementara di Batang Kuranji, aliran sungai menghantam perumahan di Tabing Banda Gadang.

Tri menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait seperti BWS V dan Dinas SDABK Provinsi Sumbar terus berupaya membentuk kembali aliran sungai.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak kerusakan yang lebih besar dan mempermudah pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.

“Di masa tanggap darurat ini kita akan mengalihkan atau mengarahkan aliran sungai, dan ketika masa rehab rekon nanti akan ada pengerjaan fisik,” sebut Tri.

Untuk wilayah Batu Busuk, Dinas PUPR bersama BWS V dan Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat telah berupaya mendatangkan alat berat ke lokasi bencana, terutama di sekitar jembatan.

Namun, derasnya arus sungai sempat menghambat penurunan alat berat.

“Alhamdulillah, hari ini, Jumat (12/12/2025), kita mendengar informasi, bahwa debit air sungai sudah mulai turun, sehingga kita bisa menurunkan alat berat ke lokasi untuk mengarahkan aliran sungai sehingga tidak mengikis jalan yang ada,” beber Tri.

Dalam pekerjaan di Batu Busuk, Dinas PUPR Kota Padang juga mendapatkan bantuan alat berat dari BWS V, Dinas SDABK Provinsi, dan beberapa pihak lainnya. Diharapkan pekerjaan dapat segera selesai dan debit air tidak mengalami kenaikan lagi.