Ranah

Payakumbuh Genjot Imunisasi, Semua Terlibat, Anak Terlindungi!

191
×

Payakumbuh Genjot Imunisasi, Semua Terlibat, Anak Terlindungi!

Sebarkan artikel ini
anak-payakumbuh-harus-sehat!-pemko-libatkan-tokoh-agama-hingga-komite-sekolah-demi-imunisasi-tuntas
Anak Payakumbuh Harus Sehat! Pemko Libatkan Tokoh Agama hingga Komite Sekolah Demi Imunisasi Tuntas

Payakumbuh – Guna menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan datang pada Agustus, Pemerintah Kota Payakumbuh menggencarkan program imunisasi melalui Gerakan Vaksinasi Bersama Mitra. Kegiatan yang melibatkan berbagai sektor ini berlangsung di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Selasa (15/07/2025).

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam program imunisasi. “Imunisasi adalah gerakan bersama. Pemerintah daerah, sektor pendidikan, tokoh masyarakat, media, dunia usaha, dan tentu orang tua. Semuanya harus mengambil peran,” katanya.

Elzadaswarman juga menekankan bahwa imunisasi merupakan langkah krusial dalam melindungi masyarakat dari penyakit menular. “Saya memahami betul bahwa imunisasi adalah bentuk ikhtiar yang paling efisien untuk melindungi generasi muda. Namun tanggung jawab saya bukan hanya memahami pentingnya itu, tetapi memastikan bahwa setiap anak kita tumbuh sehat dan terlindungi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wawako Elzadaswarman mengajak komite sekolah untuk aktif menjadi penghubung antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Ia meminta agar komite sekolah tidak hanya mendukung, tetapi juga ikut menyosialisasikan pentingnya imunisasi dan memastikan tidak ada anak yang terlewatkan.

Pemerintah Kota Payakumbuh, sambungnya, akan segera menerbitkan kebijakan daerah untuk memperkuat dukungan terhadap program imunisasi. Ia juga menyoroti peran penting Kementerian Agama dan para penyuluh agama. “Penyuluh agama memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan dari masyarakat. Kami mengajak mereka menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat bahwa imunisasi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga amanah berupa anak-anak kita,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Maizon Satria, mengungkapkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Payakumbuh pada semester I tahun 2025 belum mencapai target nasional. Menurutnya, hal ini menjadi perhatian serius karena risiko penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi masih tinggi.

Maizon Satria menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud sinergi nyata dan komitmen bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi. “Kami akan memfasilitasi komitmen tertulis antar mitra sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam perlindungan anak-anak Indonesia,” ujarnya. Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan adalah pentahelix, melibatkan pemerintah, MUI, media, komunitas, sektor pendidikan, dan dunia usaha.

Ketua Pelaksana kegiatan, Juli Juwita, menjelaskan bahwa rendahnya cakupan imunisasi pada bayi, balita, dan anak usia sekolah menjadi alasan utama pelaksanaan kegiatan ini. Selain itu, isu halal-haram dan kurangnya pemahaman masyarakat juga menjadi tantangan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap semua pihak yang hadir bisa menyatukan langkah untuk memastikan anak-anak Payakumbuh terlindungi dan sehat,” ucapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan OPD, komite sekolah, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan sektor swasta dan organisasi masyarakat.