Ranah

Pemerintah Kaji Percepatan Jaringan Rel di Luar Jawa

123
×

Pemerintah Kaji Percepatan Jaringan Rel di Luar Jawa

Sebarkan artikel ini
bagaimana-cara-pemerintah-membiayai-rel-kereta-luar-jawa
Bagaimana Cara Pemerintah Membiayai Rel Kereta Luar Jawa

Jakarta – Pemerintah menyiapkan percepatan pembangunan jaringan rel kereta api di luar Pulau Jawa yang mencakup Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi dengan total panjang sekitar 14.000 kilometer. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyebut proyek itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan biaya logistik.

AHY mengatakan pendanaan menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan jaringan tersebut. Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1.200 triliun hingga 2045, sehingga skema pembiayaan kini menjadi fokus pembahasan.

“Pendanaannya tidak hanya dari APBN, tetapi juga melibatkan APBD, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta peluang investasi dari berbagai pihak, termasuk luar negeri,” kata AHY, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.

Sebagai tahap awal, pemerintah tengah mengkaji pengembangan jalur di Sumatera bagian utara, khususnya ruas Banda Aceh-Besitang. Proyek tersebut masih berada pada tahap perhitungan dan pendalaman.

Pemerintah juga menyiapkan penguatan kelembagaan agar perencanaan dan pelaksanaan proyek berjalan efektif. Pengembangan jaringan rel akan dilakukan secara bertahap, baik melalui pembangunan jalur baru maupun reaktivasi jalur lama dalam jangka menengah hingga panjang.

AHY menegaskan, pengembangan kereta api di luar Jawa menjadi prioritas strategis karena diyakini dapat mendorong produktivitas daerah. Ia menilai kereta api perlu berperan lebih besar, tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga angkutan barang.

“Kereta api kita harapkan bisa berperan lebih besar, bukan hanya untuk penumpang, tetapi juga angkutan barang,” ujarnya.

Meski demikian, AHY mengakui sektor perkeretaapian selama ini masih menghadapi keterbatasan investasi, terutama bila dibandingkan dengan pembangunan jalan. “Terjadi underinvestment. Ini bukan berarti jalan tidak penting, tetapi kita perlu menyeimbangkan agar pengembangan kereta lebih optimal,” kata dia.

Saat ini, jaringan rel kereta api masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di luar Jawa, pengembangannya belum merata. Sumatera memang sudah memiliki jaringan, tetapi belum sepenuhnya terhubung. Sulawesi masih terbatas, sedangkan Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api.

“Ini menjadi perhatian utama kita ke depan,” kata AHY.