RanahSosial

Pemerintah Tuntaskan Pembangunan Huntap dan Percepat Pemulihan Infrastruktur di Tanah Datar

27
×

Pemerintah Tuntaskan Pembangunan Huntap dan Percepat Pemulihan Infrastruktur di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

Batusangkar – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) telah merampungkan pembangunan 60 unit hunian tetap bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar.

Fasilitas hunian permanen ini menjadi tonggak krusial dalam upaya pemerintah memulihkan sendi-sendi kehidupan para penyintas bencana hidrometeorologi.

Pemerintah kini memacu percepatan pembangunan 79 unit rumah tambahan di kawasan hunian terpadu Nagari Rambatan.

Seluruh unit tambahan tersebut ditargetkan tuntas dalam dua bulan ke depan demi memastikan keamanan dan kenyamanan tempat tinggal bagi warga.

Dedi Burzal, salah seorang penyintas, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kehadiran hunian baru yang kini menjadi rumah baginya.

Kenyamanan hunian tersebut menjadi pelecut semangat bagi warga untuk menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda akibat bencana.

Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan dukungan anggaran fantastis senilai Rp897 miliar untuk mendanai rehabilitasi infrastruktur di Tanah Datar hingga tahun 2026.

Alokasi dana jumbo ini difokuskan pada perbaikan jaringan irigasi, saluran air, serta berbagai fasilitas pendukung vital lainnya.

Sektor pertanian mendapatkan atensi khusus dengan kucuran dana Rp52 miliar guna memulihkan produktivitas lahan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

BNPB dan BPBD Tanah Datar turut menyalurkan anggaran sebesar Rp112 miliar untuk membangun jembatan di kawasan Singgalang dan Tanjung Alam.

Pemulihan akses jalan nasional di Lembah Anai menjadi prioritas strategis yang dijadwalkan beroperasi normal pada Juli 2026.

Mitigasi bencana susulan dilakukan dengan membangun sepuluh unit sabo dam di titik-titik rawan.

Dua unit sabo dam telah berdiri kokoh, sementara delapan unit sisanya tengah dalam tahap pengerjaan intensif.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menekankan urgensi kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat agar program rehabilitasi tetap tepat sasaran.

Komitmen pemulihan ini terus digalakkan secara masif agar masyarakat dapat segera beraktivitas kembali dengan rasa aman dan nyaman.