Ranah

Pemkab Agam Genjot Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Nagari Matua Hilia

14
×

Pemkab Agam Genjot Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Nagari Matua Hilia

Sebarkan artikel ini
perlu-kolaborasi-kuat-kembangkan-ekonomi-kreatif-berbasis-potensi-lokal
Perlu Kolaborasi Kuat Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam kini tancap gas dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Nagari Matua Hilia dengan mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang tersedia.

Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat fondasi pariwisata yang bertumpu pada kearifan budaya masyarakat setempat.

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, menegaskan bahwa integrasi antara identitas budaya dan pariwisata menjadi kunci utama dalam mendongkrak ekonomi warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Syatria dalam forum diskusi kolaboratif bersama Universitas Negeri Padang yang membahas program pengabdian masyarakat.

Nagari Matua Hilia saat ini memiliki komoditas unggulan yang beragam, mulai dari gula saka, gula semut, kacang goreng, kerupuk ubi, hingga olahan labu kuning.

Deretan produk kuliner khas ini dianggap memiliki daya tarik tinggi untuk dikemas menjadi paket wisata yang inovatif bagi para pengunjung.

Selain aspek kuliner, wilayah ini juga menyimpan potensi wisata minat khusus yang menjanjikan, seperti Taman Wisata Guguak Endah hingga arung jeram.

Kekayaan destinasi kian lengkap dengan keberadaan Wisata Aia Sonsang dan Goa Inyiak Janun yang siap menjadi magnet bagi wisatawan.

Pengembangan seluruh lokasi tersebut diharapkan mampu bersinergi dengan destinasi populer yang sudah eksis, seperti Puncak Lawang dan Ambun Tanai.

Syatria mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pihak akademisi, serta sektor swasta demi mendongkrak daya saing produk lokal.

Penerapan strategi pemasaran berbasis digital menjadi instrumen krusial agar UMKM setempat mampu menembus pasar yang lebih luas dan kompetitif.

Forum diskusi ini turut menghadirkan sejumlah pakar untuk membedah inovasi produk pangan serta langkah transformasi digital bagi para pelaku usaha kecil.

Para ahli menekankan urgensi penguatan ekonomi sirkular, digitalisasi usaha, dan peningkatan nilai tambah komoditas sebagai elemen kunci keberlanjutan sektor UMKM.