Ranah

Pemkab Agam Optimalkan Dana Rp72 Miliar Pulihkan Sektor Pertanian Daerah

56
×

Pemkab Agam Optimalkan Dana Rp72 Miliar Pulihkan Sektor Pertanian Daerah

Sebarkan artikel ini
bupati-agam-optimalkan-sinergi-pusat-daerah-untuk-bangkitkan-sektor-pertanian
Bupati Agam Optimalkan Sinergi Pusat-Daerah untuk Bangkitkan Sektor Pertanian

Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp72 miliar dari pemerintah pusat untuk memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Suntikan modal ini menjadi instrumen vital bagi daerah dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Bupati Agam, Benni Warlis, merinci skema pemulihan tersebut dalam Rapat Koordinasi Lingkup Pertanian di Lubuk Basung, Rabu (17/6/2026). Pertemuan strategis ini mempertemukan jajaran Dinas Pertanian Agam, perwakilan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, serta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian.

Sebesar Rp29 miliar dari total bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Pertanian RI untuk rehabilitasi 311 hektare lahan sawah dan optimasi lahan seluas 387 hektare. Dana ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi perpompaan, perpipaan, hingga dam parit. Selain itu, pemerintah tengah menggarap program optimasi lahan non-rawa seluas 1.000 hektare, di samping persetujuan rehabilitasi tambahan untuk 250 hektare lahan sawah.

Sementara itu, sektor perkebunan mendapatkan dukungan Rp43 miliar dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yang dialokasikan untuk peremajaan sawit rakyat seluas 250 hektare. Upaya ini turut dilengkapi dengan distribusi bibit komoditas unggulan, meliputi kopi, tebu, dan kayu manis.

Benni memandang pemulihan pascabencana ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim. “Kondisi pascabencana ini menjadi ujian sekaligus momentum bagi kita untuk memperkuat sinergi. Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan stok, melainkan kemampuan kita menjaga keberlanjutan produksi di tengah ancaman perubahan iklim,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Benni menekankan peran vital penyuluh pertanian sebagai garda terdepan di lapangan. Meski terdapat penyesuaian status kepegawaian merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025, ia meminta para penyuluh tetap mengedepankan pengabdian kepada petani.

“Status administrasi boleh berubah, namun dedikasi kepada petani Agam harus tetap menjadi komitmen bersama. Kita optimis, dengan kerja keras dan integrasi program yang baik, sektor pertanian Agam akan kembali bangkit, lebih tangguh, dan mampu berkontribusi nyata bagi swasembada pangan nasional,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Agam dapat segera pulih.