Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi resmi mengambil alih pengelolaan Gedung Pasar Banto pasca-berakhirnya masa kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mengamankan sekaligus mengoptimalkan kembali aset Barang Milik Daerah (BMD) yang kini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, langsung memimpin aksi bersih-bersih massal di lokasi tersebut pada Kamis (25/6/2026).
Pihaknya memprioritaskan pembenahan kondisi fisik gedung dari lantai satu hingga empat yang saat ini dinilai memprihatinkan.
“Karena aset ini sudah kembali menjadi milik pemerintah, tentu harus kita rapikan terlebih dahulu,” tegas Ramlan.
Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh bangunan dalam kondisi prima dan layak pakai sebelum menentukan skema pemanfaatan di masa depan.
“Sebelum proses pemanfaatan dilakukan, pemerintah perlu memastikan kondisi bangunan dalam keadaan baik dan siap digunakan kembali,” tambahnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Bukittinggi telah menerima sejumlah penawaran dari investor yang berminat menyulap kawasan tersebut menjadi pusat perbelanjaan serta fasilitas hiburan.
Pengerahan jajaran pemerintah beserta mitra kerja diharapkan mampu mengakselerasi pemulihan kondisi aset secara menyeluruh.
Ramlan optimistis revitalisasi ini akan menjadi katalisator bagi kebangkitan denyut ekonomi di kawasan Pasar Banto bagi masyarakat luas.






