Ranah

Pemkot Pariaman Lestarikan Tradisi Maantaan Sumbareh Melalui Gelaran Lomba Budaya

6
×

Pemkot Pariaman Lestarikan Tradisi Maantaan Sumbareh Melalui Gelaran Lomba Budaya

Sebarkan artikel ini
17-kelompok-meriahkan-lomba-maantaan-sumbareh-ka-rumah-mintuo-di-pariaman
17 Kelompok Meriahkan Lomba Maantaan Sumbareh ka Rumah Mintuo di Pariaman

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen menjaga eksistensi kearifan lokal melalui perhelatan lomba Maantaan Sumbareh ka Rumah Mintuo, Jumat (26/6).

Festival budaya ini melibatkan 17 kelompok peserta yang terdiri dari Bundo Kanduang serta perwakilan pelajar SMA dan SMK di seluruh kota.

Suasana semarak menyelimuti pembukaan acara saat Wali Kota Pariaman, Yota Balad, melepas iring-iringan tambua tasa dari depan Hotel Nan Tongga.

Peserta kemudian melanjutkan aksi pawai menuju kawasan Muaro Pariaman yang telah ditetapkan sebagai pusat penjurian.

Tim juri menguji ketat setiap partisipan yang mencakup penilaian cita rasa, estetika bentuk, ukuran, hingga etika dalam menyajikan sumbareh.

Yota Balad menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis daerah untuk membentengi tradisi agar tidak terkikis arus modernisasi.

Ia mengamati bahwa ritual mengantarkan santapan ke kediaman mertua di Bulan Sumbareh kini semakin jarang dijumpai di tengah masyarakat kontemporer.

“Tradisi ini harus terus dilestarikan agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda, meskipun masyarakat hidup di tengah kemajuan zaman,” tegas Yota.

Praktik budaya tersebut selama ini menjadi simbol penghormatan menantu kepada keluarga pasangan sebagai perekat tali silaturahmi yang kokoh.

Sekretaris LKAAM Kota Pariaman, Priyaldi, menjelaskan bahwa setiap kelompok beranggotakan 50 orang dengan masing-masing membawa satu sajian sumbareh unggulan.

Kehadiran ratusan sajian sumbareh dalam ajang ini menjadi cerminan nyata kekayaan nilai kekeluargaan dan persaudaraan masyarakat Pariaman yang tetap terjaga.