EkonomiPemerintahanRanah

Pemprov Sumbar Akselerasi Digitalisasi UMKM untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah

57
×

Pemprov Sumbar Akselerasi Digitalisasi UMKM untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi:-umkm-sumbar-harus-naik-kelas-dan-tembus-pasar-global
Gubernur Mahyeldi: UMKM Sumbar Harus Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memacu akselerasi sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai garda terdepan dalam memperkokoh ketahanan ekonomi daerah menghadapi dinamika global.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memandang 740.357 unit usaha yang beroperasi saat ini sebagai tulang punggung ekonomi yang wajib segera melakukan transformasi.

Strategi besar telah disiapkan pemerintah, mulai dari digitalisasi pemasaran, peningkatan mutu produk, hilirisasi, hingga perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Mahyeldi mengungkapkan bahwa lebih dari separuh penduduk Sumatera Barat menggantungkan hidup pada sektor UMKM yang menjadi kekuatan utama daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCEF) 2026 di Hotel Pangeran Padang, Jumat (28/8/2026).

Ia mendorong pelaku usaha untuk mengolah kekayaan lokal seperti kuliner, fesyen muslim, tenun, dan industri halal menjadi komoditas bernilai tambah tinggi.

Pengembangan sektor ini harus tetap berpijak pada nilai filosofis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai identitas daerah.

Ketangguhan UMKM Sumatera Barat telah teruji melewati berbagai ujian berat, mulai dari hantaman bencana alam hingga pandemi Covid-19.

Pemerintah daerah berkomitmen menjaga konektivitas distribusi agar roda ekonomi tetap berputar meski dalam situasi darurat bencana.

Mahyeldi menegaskan bahwa akses transportasi minimal roda dua harus tetap terbuka agar aktivitas ekonomi tidak terhenti akibat kerusakan infrastruktur.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, memberikan dukungan penuh terhadap potensi besar yang dimiliki Sumatera Barat.

Aida menilai kekayaan wastra, songket, dan kearifan lokal daerah ini memiliki daya tarik yang telah diakui secara nasional.

Ia menyebut Sumatera Barat memiliki modal yang sangat kuat dan sudah dikenal luas di penjuru Nusantara.

Bank Indonesia kini memfokuskan pendampingan pada penguatan kapasitas, perbaikan model bisnis, hingga penerapan sistem pembayaran digital bagi pelaku usaha.

Intervensi tersebut membuahkan hasil nyata dengan keberhasilan sejumlah UMKM menembus pasar ekspor ke Jepang, Prancis, hingga Amerika Serikat.

Ajang SCEF 2026 diharapkan menjadi katalisator kolaborasi strategis antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adaptif.