RanahTeknologi

Pers Indonesia Hadapi Tantangan AI, Akurasi Jadi Kunci

210
×

Pers Indonesia Hadapi Tantangan AI, Akurasi Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
disrupsi-digital-bagian-dari-rantai-peradaban
Disrupsi Digital Bagian dari Rantai Peradaban

Jakarta – Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) menghadirkan tantangan serius bagi dunia pers di Indonesia, terutama dalam menjaga akurasi informasi di tengah arus berita yang semakin cepat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti ancaman disinformasi dan hoaks sebagai isu global yang membutuhkan penanganan bersama.

“Perkembangan AI mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi,” ujar Meutya dalam diskusi yang digelar Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, percepatan dan peningkatan volume informasi berisiko menimbulkan disinformasi, manipulasi fakta, dan erosi kepercayaan publik.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen untuk menjaga kebebasan berekspresi dan kebebasan pers secara bertanggung jawab.

Pers memiliki peran krusial dalam melindungi masyarakat dari informasi yang salah dan menyesatkan.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai, jurnalisme saat ini berada dalam era disrupsi digital.

Industri pers Indonesia mengalami dua gelombang disrupsi besar.

Pertama, disrupsi internet yang mendorong migrasi media tradisional ke platform digital.

Kedua, disrupsi teknologi AI.

“Masa depan jurnalisme bukan lagi sebuah ketakutan bahwa wartawan akan digantikan oleh AI, tetapi bahwa teknologi seperti AI akan menguras semua sumber daya yang ada di ekosistem media yang memproduksi jurnalistik berkualitas,” tegas Komaruddin.

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian acara Hari Pers Nasional 2026, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Mulai dari regulator, insan pers, asosiasi industri, hingga perwakilan platform digital turut hadir dalam acara tersebut.