Ranah

Pertamina EP Prabumulih Gandakan Produksi Migas, Lampaui Target

284
×

Pertamina EP Prabumulih Gandakan Produksi Migas, Lampaui Target

Sebarkan artikel ini
produksi-migas-pertamina-ep-prabumulih-melonjak-486-persen
Produksi Migas Pertamina EP Prabumulih Melonjak 486 Persen

Prabumulih – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencatatkan kinerja gemilang pada semester I-2025 dengan melampaui target produksi minyak dan gas bumi (migas). Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kedaulatan energi nasional.

General Manager Zona 4 PEP, Djudjuwanto, mengungkapkan bahwa produksi minyak melonjak hingga 2.468 barel minyak per hari (BOPD), atau 486,2 persen lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan sebesar 507,6 BOPD. “Capaian ini didorong oleh keberhasilan pengeboran sumur LBK-INF16 di area Lembak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/8/2025).

Tidak hanya minyak, Djudjuwanto menambahkan, produksi gas bumi juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 2.806 MMSCFD, melonjak 935,3 persen dari target awal 0,3 MMSCFD. Seluruh produksi ini dicapai dengan watercut 0 persen, yang menunjukkan kualitas produksi yang optimal dan efisien.

Lebih lanjut, Djudjuwanto menuturkan, “Kami menargetkan produksi Prabumulih Field dapat menembus angka 12.000 BOPD tahun ini. Capaian dari sumur LBK-INF16 menjadi bukti nyata semangat dan kerja keras tim kami.”

Keberhasilan pengeboran sumur LBK-029, lanjutnya, dilakukan dengan Rig PDSI 29.3 / D1500-E secara aman tanpa kecelakaan kerja, mencatatkan 50.000 jam kerja selamat. Proses pengeboran bahkan selesai 14 hari lebih cepat dari jadwal, tanpa Non-Productive Time (NPT), dan berhasil menghemat biaya hingga US$ 2 juta dari anggaran awal.

Ditegaskan oleh Djudjuwanto bahwa pencapaian ini bukan hanya sekadar prestasi teknis, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen Pertamina EP Prabumulih Field dalam menjaga kedaulatan energi nasional. “Dengan produksi yang tinggi, efisiensi maksimal, dan keselamatan kerja yang terjaga, Pertamina terus melangkah menuju masa depan energi Indonesia yang mandiri, berkelanjutan, dan aman,” tegasnya.

Selain itu, Pertamina EP juga tengah berupaya meningkatkan potensi produksi migas di Lapangan Akasia Bagus, Jawa Barat. Salah satu proyek strategis yang sedang dikerjakan adalah Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1.

Fasilitas SP ABG ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dan gas secara signifikan, dari sebelumnya 1.750 barel cairan per hari (BLPD) dan 3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) menjadi 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD.

General Manager Zona 7 Region Jawa Pertamina EP, Afwan Daroni, menjelaskan bahwa proyek pengembangan SP ABG akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung modern, termasuk CO Removal Package berbasis sistem amine (MDEA), Gas Dehydration Unit, dan Thermal Oxidation (TOX). Teknologi ini bertujuan untuk menurunkan kandungan CO2, H2S, dan air agar memenuhi standar dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang berlaku di wilayah Jawa Barat.

“Fasilitas ini akan memastikan gas yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang disepakati, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional,” kata Afwan dalam keterangan tertulis, Selasa (12/8/2025).