PeristiwaRanah

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi Sumbar, Ungkap 2 Korban Lain

401
×

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi Sumbar, Ungkap 2 Korban Lain

Share this article

Padang – Kepolisian telah berhasil mengamankan seorang tersangka terkait kasus pembunuhan dan mutilasi yang jasad korbannya ditemukan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Korban diidentifikasi sebagai Septia Adinda, seorang perempuan berusia 25 tahun.

Kepala Polres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir melalui keterangannya, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Kamis (19/6/2025).

“Udah (ketangkap pelaku),” ujarnya. Namun, identitas tersangka belum diungkapkan kepada publik.

Pihak kepolisian belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan, lokasi penangkapan, maupun motif yang melatarbelakangi tindakan pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Lebih lanjut, kepolisian menduga bahwa tersangka terlibat dalam pembunuhan terhadap tiga orang. Namun, belum ada informasi rinci apakah dua korban lainnya, selain Septia Adinda, juga menjadi korban mutilasi.

“Yang 2 (korban) kasus lama,” ungkapnya, mengindikasikan bahwa kasus ini mungkin terkait dengan peristiwa sebelumnya. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus untuk mengungkap fakta-fakta lebih lanjut.

Penemuan jasad Septia Adinda yang diduga dimutilasi menggemparkan warga. Potongan tubuh tanpa kepala, kedua tangan, dan kaki pertama kali ditemukan di aliran sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa (19/6/2025).

Sehari sebelumnya, pada Rabu (18/6/2025), potongan kaki ditemukan di aliran sungai yang sama, sekitar tiga kilometer dari lokasi penemuan potongan tubuh pertama.

Pada hari yang sama, warga Kota Padang juga dikejutkan dengan penemuan potongan kepala dan tangan di TPI Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Pihak kepolisian menduga bahwa seluruh potongan tubuh tersebut berasal dari satu individu yang sama.

Saat ini, seluruh potongan tubuh telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi dan autopsi. Beberapa warga yang mengenali ciri-ciri korban telah mendatangi rumah sakit, termasuk orang tua dan teman-teman Septia Adinda.

Putri Wulan, seorang teman Septia Adinda, meyakini bahwa potongan tangan yang ditemukan adalah milik temannya. “Ada cincin persis milik dia (Septia Adinda). Itu cincin hanya dia yang punya, karena cincin itu didesain atau dipesan khusus. Dia saja yang punya,” ujarnya pada Rabu (18/6) di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Wulan menambahkan bahwa Septia Adinda telah menghilang selama empat hari. Terakhir kali mereka berkomunikasi adalah mengenai rencana pengajuan pinjaman uang ke bank sebesar Rp 20 juta.

Menurut Wulan, Septia Adinda sempat meminjam surat BPKB kendaraan kepada seorang teman sebelum akhirnya dinyatakan hilang. Setelah itu, komunikasi dengan Septia Adinda terputus.