Ranah

Puan Maharani Desak Pemerintah Perketat Perlindungan WNI Pasca Gempa Global

28
×

Puan Maharani Desak Pemerintah Perketat Perlindungan WNI Pasca Gempa Global

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani. Foto: Dok/Karisma
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani. Foto: Dok/Karisma

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera mengaktifkan protokol darurat guna memantau keselamatan Warga Negara Indonesia di luar negeri menyusul rentetan gempa bumi yang mengguncang Venezuela, Jepang, dan Amerika Serikat.

Gelombang gempa berkekuatan besar melanda ketiga negara tersebut dalam rentang waktu kurang dari 24 jam antara Rabu (24/6) hingga Kamis (25/6).

Venezuela menanggung dampak terberat akibat fenomena gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,5 yang meluluhlantakkan infrastruktur di Caracas.

Data sementara mencatat sebanyak 235 orang meninggal dunia dan 1.520 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia, kami sampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela,” ujar Puan.

Selain Venezuela, gempa turut mengguncang California Utara dengan kekuatan M5,6 pada Rabu malam dan wilayah timur laut Jepang sebesar M7,2 pada Kamis pagi.

Puan menegaskan agar Pemerintah tidak lengah meski laporan sementara memastikan belum ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban di wilayah tersebut.

DPR RI mendorong pembentukan pusat informasi terpadu yang dilengkapi dengan kesiapan bantuan logistik serta dukungan psikososial bagi diaspora terdampak.

Puan juga mengusulkan pemutakhiran sistem perlindungan WNI berbasis teknologi melalui pembaruan data diaspora secara berkala.

Optimalisasi layanan Safe Travel dan pengembangan sistem komunikasi darurat menjadi kunci untuk mempercepat respons perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Negara harus selalu memiliki kemampuan untuk menjangkau, melindungi, dan memastikan keselamatan WNI di manapun rakyat Indonesia berada,” tegasnya.

Meski rangkaian bencana tersebut terjadi hampir bersamaan, para ahli mengonfirmasi bahwa setiap gempa dipicu oleh mekanisme geologi yang berbeda dan tidak saling berkaitan.

Puan mengajak masyarakat internasional untuk terus menjunjung tinggi solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi ancaman risiko bencana global.

Selain aspek perlindungan luar negeri, ia mengingatkan Pemerintah untuk lebih masif dalam memberikan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat di dalam negeri.

Peningkatan literasi mengenai teknik evakuasi mandiri saat terjadi gempa dan ancaman tsunami harus menjadi prioritas nasional.

“Indonesia harus selalu siaga bencana,” pungkas Puan.