Bawan – UPTD Puskesmas Bawan resmi menghadirkan inovasi SAYANG BAWAN sebagai garda terdepan perlindungan bagi anak dan remaja dari ancaman kekerasan.
Langkah strategis ini diambil guna menekan angka kekerasan fisik, psikis, hingga seksual yang masih membayangi lingkungan sekolah dan masyarakat.
Program Sistem Aduan dan Layanan Cepat Perlindungan Anak dan Remaja ini dirancang untuk memutus rantai kebungkaman para korban yang selama ini terbelenggu rasa takut dan malu.
Masyarakat kini cukup memindai QR Code atau menghubungi hotline khusus untuk melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan secara praktis.
Tim khusus akan langsung bergerak melakukan tindakan perlindungan segera setelah laporan diterima dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.
Kepala UPTD Puskesmas Bawan, Nessa Maretta, M.Keb., menekankan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada sinergi lintas sektoral yang solid.
Pihaknya telah merangkul berbagai pihak mulai dari sekolah, guru bimbingan konseling, kepolisian, hingga lembaga perlindungan anak demi memastikan penanganan kasus berjalan komprehensif.
Selain menyediakan saluran aduan, inisiatif ini juga mengoptimalkan fungsi edukasi melalui penyuluhan rutin bagi generasi muda.
Langkah preventif ini bertujuan membekali anak dan remaja dengan pemahaman mendalam mengenai perlindungan diri dari potensi kekerasan.
Puskesmas Bawan berharap hadirnya inovasi ini mampu menciptakan ekosistem yang aman dan ramah bagi pertumbuhan fisik maupun mental generasi penerus.
Gerakan ini mengusung slogan “Berani Lapor, Bersama Kita Lindungi Anak dan Remaja” sebagai ajakan tegas kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengakhiri toleransi terhadap tindak kekerasan.






