Jakarta – Partai Buruh mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran hingga mogok nasional. Aksi ini dipicu penolakan terhadap formula upah baru yang dianggap tidak sesuai harapan.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan aksi ini akan melibatkan jutaan buruh dari berbagai sektor industri di seluruh Indonesia.
“Akan diikuti oleh 5 juta buruh dari lebih 5 ribu pabrik di seluruh Indonesia di 300 kabupaten/kota, 38 provinsi, stop produksi,” tegas Iqbal, Kamis (13/11/2025).
Iqbal menjelaskan, kenaikan upah minimum 2026 diperkirakan hanya 3,65 persen jika menggunakan indeks tertentu 0,2.
Menurutnya, angka ini jauh dari harapan dan tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi.
Partai Buruh menuntut kenaikan upah yang lebih signifikan, menggunakan indeks tertentu antara 0,9 hingga 1,4 persen, tergantung pertumbuhan ekonomi masing-masing provinsi.
Iqbal bahkan menegaskan, jika kenaikan upah terlalu rendah, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebaiknya mengundurkan diri.
“Angka kompromi dalam mendiskusikan kenaikan upah minimum 2026 tidak boleh kurang dari kenaikan upah minimum tahun lalu sebesar 6,5 persen,” ujarnya.
Iqbal juga membantah anggapan bahwa kenaikan upah minimum akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurutnya, penyebab utama PHK adalah daya beli masyarakat yang menurun akibat upah murah dan regulasi yang merugikan pengusaha.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan pembahasan mengenai indeks tertentu dan persentase kenaikan upah masih berlangsung.
“Kami terus melakuan dialog sosial, mendapatkan masukan dari serikat pekerja dan kawan-kawan pengusaha di Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), tunggu saja,” kata Yassierli, Rabu (12/11/2025).






