Ranah

Sampah Rengel Bertransformasi, Lahirkan Produk Pertanian Bernilai Tinggi

160
×

Sampah Rengel Bertransformasi, Lahirkan Produk Pertanian Bernilai Tinggi

Sebarkan artikel ini
cerita-warga-desa-rengel-olah-sampah-jadi-produk-pertanian
Cerita Warga Desa Rengel Olah Sampah Jadi Produk Pertanian

Tuban – Warga Desa Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini mengubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah. Sampah diolah menjadi produk pertanian bernilai jual.

Inisiatif yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini telah berjalan sejak 2023.

Produk yang dihasilkan antara lain pupuk organik, decomposer, dan maggot.

Kepala Desa Rengel, Mundir, menjelaskan fasilitas pengolahan sampah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Produk-produknya dipasarkan oleh Koperasi Desa Merah Putih. Jadi BUMDes berkolaborasi dengan koperasi,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Proses pengolahan sampah dimulai dari pengumpulan dan penimbangan di bank sampah yang dikelola warga.

Sampah yang dikumpulkan berasal dari rumah tangga, pasar tradisional, hingga lembaga desa.

Mundir menyebutkan volume sampah di Desa Rengel mencapai 55 hingga 66 meter kubik per hari.

Fasilitas pengolahan sampah ini juga terintegrasi dengan program ketahanan pangan.

Di lokasi TPS, sedang dibangun kolam budidaya ikan air tawar yang pakannya berasal dari sampah olahan.

Warga Rengel terlibat aktif dalam pengolahan sampah melalui delapan bank sampah yang tersebar di desa.

Sri Mirah, ketua bank sampah RW5, mengungkapkan bank sampahnya memiliki sekitar 100 nasabah.

Menurut Sri, sampah dari lembaga seperti sekolah bisa menghasilkan hingga Rp 300 ribu per penimbangan.

“Kalau milik pribadi mungkin hanya Rp 30 ribu-Rp 40 ribu, tapi ada rasa guyub rukun satu RW itu punya tabungan dari barang yang tidak berguna,” kata Sri.

Community Relations ExxonMobil, Joni Wicaksono, menyatakan pendapatan dari TPS Desa Rengel sudah bisa menutupi biaya upah tenaga kerja.

Sebagian pendapatan juga masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski jumlahnya belum besar.

Joni menjelaskan alasan ExxonMobil mendukung program ini karena Desa Rengel merupakan bagian dari area proyek mereka.

“Kami punya fasilitas pipa sepanjang 73 kilometer melalui Desa Rengel. Kami melihat potensi desa-desa di sekitar situ,” pungkas Joni.