Padang – Danau Singkarak, ikon pariwisata Sumatera Barat, terancam masalah sampah kronis. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng PT Semen Padang untuk mengatasi persoalan ini.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi untuk menyelamatkan danau dari kerusakan lingkungan.
Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Sumatera dan PT Semen Padang telah bertemu untuk merumuskan langkah konkret. Pertemuan berlangsung pada Senin (29/9/2025).
Kepala Pusdal LH Sumatera, Zamzami, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Menurutnya, penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
“Masalah sampah ini bukan lagi sekadar tugas pemerintah,” tegas Zamzami.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif semua pihak sangat dibutuhkan. Tujuannya agar Danau Singkarak bersih, ekosistem terjaga, pariwisata berkembang, dan ekonomi masyarakat meningkat.
KLHK berencana menggelar dialog dengan berbagai pihak. Akademisi, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha akan diundang untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga danau.
PT Semen Padang menyambut baik inisiatif pemerintah. Sekretaris Perusahaan, Win Bernadino, menyatakan bahwa kepedulian lingkungan adalah bagian dari identitas perusahaan.
“PT Semen Padang siap mendukung program pengendalian sampah di Danau Singkarak,” kata Win Bernadino.
Perusahaan telah melakukan berbagai aksi pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah konservasi ikan bilih, spesies endemik Danau Singkarak.
Sejak 2018, PT Semen Padang telah melepasliarkan 17.500 ekor ikan bilih. Sebanyak 16.000 ekor di antaranya berhasil kembali ke habitat aslinya.
Selain itu, perusahaan aktif dalam program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mereka juga melakukan penanaman pohon kaliandra dan pemberdayaan koperasi desa dalam pengelolaan sampah terpadu.
Sinergi antara KLHK dan PT Semen Padang diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan Danau Singkarak yang bersih, lestari, dan menjadi kebanggaan Sumatera Barat.






