Padang – PT Semen Padang mencuri perhatian di Festival Literasi Daerah Sumatera Barat 2025 dengan produk inovatifnya, SEPABLOCK. Bata interlock ini diklaim sebagai solusi hunian cepat, murah, dan ramah gempa.
Festival yang berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar ini menjadi ajang bagi Semen Padang untuk unjuk gigi.
Stan mereka dipadati pengunjung yang penasaran dengan teknologi konstruksi terbaru ini.
SEPABLOCK menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan bata merah konvensional. Selain pemasangan yang lebih cepat dan presisi, produk ini diklaim mampu menekan biaya pembangunan hingga 10%.
“Efisiensi inilah yang membuat SEPABLOCK menjadi pilihan tepat di tengah tuntutan pembangunan yang serba cepat dan hemat biaya,” ujar Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra.
Lebih lanjut, Yelmi menjelaskan bahwa SEPABLOCK diproduksi tanpa pembakaran, sehingga lebih ramah lingkungan.
Sistem interlock yang saling mengunci juga membuat konstruksi lebih kokoh dan tahan gempa.
Produk ini bahkan telah lolos uji cyclic dari Kementerian PUPR.
Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyambut antusiasme masyarakat terhadap SEPABLOCK. Ia melihat ini sebagai bukti bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi.
“Bagi kami, literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi teknologi dan inovasi. Melalui SEPABLOCK, kami ingin mengajak masyarakat lebih peka terhadap produk konstruksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas,” kata Win.
Semen Padang berharap SEPABLOCK dapat mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan terjangkau, serta sejalan dengan program unggulan Gubernur Sumbar di sektor perumahan rakyat.






