Ranah

Solo-Ngawi Antisipasi Lonjakan Lebaran, Siapkan Gardu dan Fasilitas

161
×

Solo-Ngawi Antisipasi Lonjakan Lebaran, Siapkan Gardu dan Fasilitas

Sebarkan artikel ini
arus-kendaraan-tol-solo-ngawi-diprediksi-naik-40-persen
Arus Kendaraan Tol Solo-Ngawi Diprediksi Naik 40 Persen

Solo – Arus lalu lintas di Tol Solo-Ngawi diprediksi melonjak tajam hingga 80 persen pada Lebaran 2026. PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menyatakan, peningkatan ini dipicu libur panjang dan penerapan work from anywhere (WFA).

Direktur Utama PT JSN, Mery Natacha Panjaitan, menyampaikan perkiraan tersebut di Solo, Kamis (26/2/2026).

Mery menjelaskan, lonjakan signifikan ini juga diprediksi mencapai 40 persen dibandingkan hari biasa.

Dua faktor utama mendorong peningkatan volume kendaraan. Pertama, Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran menciptakan periode libur yang lebih panjang.

Kedua, kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan.

“Dengan konsep WFA jadi liburnya agak panjang, itu yang menyebabkan peningkatan lalu lintas kami yang tahun ini cukup signifikan lah,” kata Mery.

Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, Jasamarga Solo Ngawi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Kesiapan operasional telah mencapai 90 persen, termasuk peningkatan kapasitas di gerbang-gerbang tol.

Penambahan gardu tol dilakukan di Gerbang Tol Ngemplak (Boyolali) sebanyak dua gardu, satu di tahun 2026 dan satu di akhir tahun 2025.

Selain itu, penambahan gardu transaksi juga dilakukan di Gerbang Tol Karanganyar.

“Gerbang Tol Karanganyar dan Ngemplak ini menjadi favorit kalau pas hari-hari besar, seperti Lebaran, itu menjadi gerbang-gerbang padat,” jelas Mery.

Jasamarga juga menyiapkan armada pengaman, fasilitas pengisian e-tiket, serta rest area yang memadai untuk kenyamanan pengguna jalan.

Mery mengimbau para pemudik untuk berhati-hati, terutama mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama perjalanan.

Ia memastikan bahwa ruas Solo-Ngawi relatif kondusif dengan kondisi jalan yang rata dan aman bagi pengendara.

“Untuk Solo Ngawi relatif kondusif. Ya, jalannya rata. Enggak ada yang namanya tanjakan atau turunan yang yang curam,” pungkasnya.