Ranah

Sumbar Genjot EBT, Targetkan Dominasi Energi di 2030

173
×

Sumbar Genjot EBT, Targetkan Dominasi Energi di 2030

Sebarkan artikel ini
sumbar-mantapkan-transisi-energi,-targetkan-dominasi-ebt-2030
Sumbar Mantapkan Transisi Energi, Targetkan Dominasi EBT 2030

Padang – Sumatera Barat (Sumbar) tancap gas mempercepat transisi energi nasional. Pemprov Sumbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan di Hotel Santika Padang, Kamis (20/11/2025).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, membuka langsung forum yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan energi dari tingkat nasional hingga daerah.

Mahyeldi mengapresiasi pemilihan Sumbar sebagai lokasi forum oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.

FGD ini menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah konkret memperkuat implementasi kebijakan energi di daerah.

“FGD ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan merumuskan tindak lanjut yang konkret demi memperkuat implementasi kebijakan transisi energi di daerah,” kata Mahyeldi.

Agenda energi terbarukan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2025-2029, khususnya misi Lumbung Pangan Nasional dan Ekonomi Berkelanjutan.

Sumbar menargetkan porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 58,29 persen dalam bauran energi primer pada tahun 2030.

“Dalam lima tahun ke depan kita membutuhkan tambahan sekitar 27,7 persen dari capaian saat ini yang sudah mencapai 30,59 persen,” ungkap Mahyeldi.

Potensi EBT Sumbar sangat besar. Pemanfaatan energi air baru 33 persen, panas bumi 1.651 MW baru dikembangkan 5 persen, bioenergi 923,1 MW, energi angin 428 MW, dan energi surya setara 5.898 MW belum tergarap optimal.

“Ini peluang besar sekaligus tantangan yang harus kita jawab bersama,” ujar Mahyeldi.

Namun, investasi EBT di Sumbar masih terkendala keterbatasan fasilitasi perizinan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta tantangan sosial dan lingkungan.

“Karena itu perlu pemahaman bersama dan kerja kolaboratif agar semua hambatan dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Mahyeldi.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menilai energi terbarukan sebagai solusi strategis masa depan bangsa.

Sumbar memiliki posisi penting karena pasokan listrik daerah sebagian besar berasal dari EBT, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maninjau.

“Sumbar sudah memberikan kontribusi besar bagi pembangkit nasional. Kami berharap kontribusi ini terus meningkat,” kata Eniya.

Pemerintah pusat menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 35 persen dalam bauran energi nasional pada tahun 2034, terutama dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hidro, dan panas bumi.

“Sumatera Barat punya potensi besar menjadi lumbung energi baru terbarukan,” tegas Eniya.

Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci mempercepat kemandirian energi nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh rakyat Indonesia menikmati listrik paling lambat tahun 2030.