Surat suara Pemilukada Kota Padang putaran kedua saat ini telah selesai dicetak PT Balai Pustaka Jakarta. Dijadwalkan, surat suara itu akan tiba di KPUD Kota Padang pada Minggu (9/2) mendatang.
Ketua KPUD Kota Padang, Alison menuturkan, nantinya surat suara yang saat ini masih di percetakan akan dijaga ketat oleh aparta kepolisian. “Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurangan yang bisa saja terjadi. Selama perjalanan hingga penyimpanan di gudang KPU, tetap dijaga ketat polisi,” katanya di Kantor KPUD Padang, Jumat (7/2) pagi.
Terkait tingginya angkat golput Pemilukada Kota Padang putaran pertama, KPUD sendiri mengaku akan melakukan sosialisasi ekstra untuk menekan angka tersebut.
“Untuk mencapai peserta 100 persen itu termasuk sulit. Tetapi, kami (KPUD Padang-red) lebih melakukan sosialiasi penuh, seperi memasang alat peraga melalui media massa, maupun tatap muka langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Adapun tahapan selanjutnya yakni, penanjaman visi dan misi pasangan calon pada 27 Februari hingga 1 Maret 2014, masa tenang 2-4 Maret 2014, dan pemungutan suara atau pencoblosan pada 5 Maret 2014.
Sebelumnya, KPUD Padang telah menetapkan akan menggelar Pemilukada Padang putaran kedua pada 5 Maret 2014. Tapi, banyak kalangan menilai penetapan ini akan menjadi bentrok dengan Pemilu Legislatif (Pileg) yang digelar pada 9 April 2014 mendatang.
Dosen hukum tata negara yang juga Koordinator Kajian Pemilu PUSaKO FH Unand, Khairul Fahmi ragu dengan jadwal pilkada yang ditetapkan KPU.
”APBD baru bisa dicairkan jika wali kota telah menetapkan atau menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang Penjabaran APBD,” kata Koordinator Kajian Pemilu PUSAKO Fakultas Hukum Unand, Khairul Fahmi dikutip dari PadangEkspres di Padang.
Dari segi waktu, anggaran pilkada putaran kedua dipekirarakan cair pada akhir Februari atau awal Maret 2014. ”Nah, bagaimana mungkin tahapan pilkada putaran kedua dapat dilaksanakan sesuai rencana KPU,” pungkasnya.






