Jakarta – Transformasi digital terus mengubah cara kerja organisasi. Namun, pemanfaatan teknologi tak boleh mengesampingkan nilai kemanusiaan dalam kolaborasi.
Teknologi memang mempercepat proses, tetapi interaksi antarmanusia harus tetap sehat. Organisasi perlu memadukan sistem canggih dengan empati, kepercayaan, dan komunikasi terbuka.
Keseimbangan antara teknologi dan sisi kemanusiaan semakin penting, terutama dalam kolaborasi lintas generasi. Pemimpin perusahaan ditantang menciptakan budaya kerja adaptif dengan sentuhan personal.
Isu ini menjadi perhatian utama dalam HRDI Gathering #27 bertema “Reel Connections: Beyond the Scene”. Acara yang digelar KTM Solutions bersama HR Directors Indonesia (HRDI) ini menghadirkan 100 pemimpin HR dari berbagai industri dalam suasana non-formal.
Acara ini menggabungkan networking, sharing session, hingga movie night untuk memperkuat koneksi manusia di tengah transformasi digital. Peserta berdiskusi mengenai inovasi HR yang menempatkan hubungan antarmanusia sebagai inti.
“Fear of failure pada generasi muda bukanlah kelemahan, tetapi akibat dari budaya penilaian yang semakin keras,” ujar CEO KTM Solutions, Najeela Shihab. Menurutnya, ketegangan antargenerasi muncul karena kurangnya rasa saling percaya.
“Pemimpin perlu menjadi lingkungan yang aman secara psikologis, bukan hanya pengambil keputusan,” lanjut Najeela. Ia menekankan bahwa ruang untuk mencoba dan gagal harus tetap tersedia meskipun teknologi membuat kinerja semakin terukur.
Sebagai Tech-Enabled Consulting Partner, KTM Solutions menilai data hanya akan bermanfaat jika dimaknai dengan pendekatan manusiawi. Pemimpin didorong untuk tidak hanya mengandalkan algoritma saat memahami talenta.
Talkshow bertema “The Trust Gap: Rethinking How Generations Courageously Work Together” menjadi bagian dari upaya menjembatani persepsi lintas generasi. Program ini menyoroti pentingnya keberanian berkolaborasi dalam sistem kerja modern.
Teknologi seperti AI Video Interview membantu proses seleksi lebih objektif dan relevan. Sementara itu, Employee Experience Survey memberikan insight mengenai kondisi budaya kerja secara menyeluruh dari sudut pandang karyawan.
Melalui gathering ini, KTM Solutions menampilkan integrasi teknologi dalam layanan Assessment, Learning, Consulting, dan Impact. Peserta dapat melihat langsung bagaimana data dimanfaatkan untuk mendukung keputusan dan budaya kerja.






