RanahTeknologi

Terungkap Ini Ciri Orang yang Suka Stalking Media Sosial, Anda Termasuk?

252
×

Terungkap Ini Ciri Orang yang Suka Stalking Media Sosial, Anda Termasuk?

Sebarkan artikel ini
terungkap-ini-ciri-orang-yang-suka-stalking-media-sosial,-anda-termasuk?
Terungkap Ini Ciri Orang yang Suka Stalking Media Sosial, Anda Termasuk?

Di tengah masifnya penetrasi digital, media sosial telah bertransformasi menjadi kebutuhan primer. Namun, di balik kemudahan komunikasi dan akses informasi, muncul fenomena perilaku yang kerap luput dari perhatian: *social media surveillance behavior* atau kebiasaan memantau akun orang lain secara repetitif tanpa adanya interaksi langsung.

Dalam dunia psikologi, tindakan yang populer disebut “stalking” ini tidak selalu berkonotasi negatif. Para ahli menilai bahwa perilaku ini merupakan cerminan dari kondisi emosional serta karakter dasar seseorang. Berdasarkan laporan *Psychology Today* pada Selasa, 7 April 2026, terdapat sejumlah faktor pemicu, mulai dari rasa penasaran yang mendalam, kecemasan, hingga kebutuhan akan validasi sosial.

Berikut adalah tujuh ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan individu yang gemar memantau media sosial orang lain:

**1. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi**
Individu dengan tingkat *curiosity* yang besar cenderung memiliki dorongan kuat untuk memantau aktivitas orang lain. Seringkali, mereka tidak memiliki agenda spesifik, melainkan hanya ingin terus memperbarui informasi mengenai perkembangan hidup orang di sekitar mereka.

**2. Rentan Terhadap FOMO**
*Fear of Missing Out* (FOMO) menjadi pemicu utama seseorang terus memantau profil orang lain. Ketakutan akan tertinggal tren atau informasi sosial membuat mereka merasa wajib mengecek akun orang lain secara berkala agar tetap merasa “terhubung”.

**3. Kecenderungan Membandingkan Diri**
Pelaku *social media surveillance* umumnya memiliki kebiasaan membandingkan hidupnya dengan orang lain. Objek perbandingannya pun beragam, mulai dari pencapaian karier, kualitas hubungan asmara, hingga gaya hidup yang dipamerkan di ruang digital.

**4. Tingkat Kecemasan yang Tinggi**
Penelitian psikologi menunjukkan korelasi kuat antara perilaku mengecek media sosial secara obsesif dengan kecemasan serta *overthinking*. Aktivitas ini dilakukan sebagai mekanisme pertahanan untuk mencari kepastian atau informasi tambahan guna meredam rasa cemas.

**5. Kebutuhan Validasi Sosial**
Bagi sebagian orang, memantau akun orang lain adalah cara untuk mengukur posisi mereka dalam sebuah lingkaran sosial. Mereka mencari sinyal apakah mereka masih diperhatikan atau diingat oleh individu tertentu.

**6. Keterikatan Emosional yang Belum Tuntas**
Perilaku ini sering kali menjadi indikator bahwa seseorang belum sepenuhnya “berdamai” dengan masa lalu. Hal ini lazim terjadi pada hubungan yang berakhir tanpa penyelesaian emosional yang tuntas, seperti pada mantan pasangan atau teman lama.

**7. Mudah Merasa Iri**
Terakhir, kebiasaan memantau kehidupan orang lain sering kali dipicu oleh rasa iri. Melihat kesuksesan atau kebahagiaan orang lain di media sosial dapat memicu perasaan tidak puas terhadap diri sendiri, yang kemudian mendorong mereka untuk terus memantau akun tersebut secara berulang.

Memahami motif di balik perilaku ini adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan dunia digital. Dengan mengenali pemicunya, seseorang dapat lebih bijak dalam mengelola waktu dan emosi saat