Pariaman – Sebanyak 81 petugas lapangan resmi diterjunkan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Pariaman. Agenda pendataan berskala nasional ini dimulai dengan apel pelepasan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di halaman balai kota pada Senin (15/6).
Prosesi tersebut ditandai dengan penyerahan bendera sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman kepada Wali Kota, disusul penyematan tanda pengenal secara simbolis oleh Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi. Kepala BPS Kota Pariaman, Riqadli, turut hadir mendampingi jajaran aparatur sipil negara dalam kegiatan tersebut.
Riqadli menjelaskan, para petugas akan disebar ke empat kecamatan di Kota Pariaman mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Fokus utama pendataan mencakup seluruh sektor usaha non-pertanian, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar.
“Petugas akan melakukan pendataan secara door-to-door untuk memetakan struktur ekonomi pascapandemi serta karakteristik usaha di Indonesia,” ujar Riqadli.
Guna menjamin kecepatan dan akurasi data, seluruh informasi akan diinput secara digital melalui perangkat seluler dengan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Pengumpulan data ini mencakup berbagai aspek strategis, seperti kinerja usaha, permodalan, hingga investasi.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa hasil sensus ini menjadi fondasi krusial bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Ia berharap data yang terkumpul nantinya dapat menjadi acuan dalam pemberdayaan pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.
“Data yang akurat, lengkap, dan mutakhir adalah kunci. Kualitas data akan menjadi dasar bagi kita untuk merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran,” tegas Yota.
Pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan dukungan penuh guna memastikan kelancaran operasional di lapangan. Sinergi antara pemerintah, BPS, dan masyarakat dinilai sebagai elemen vital dalam menyukseskan agenda nasional ini.
Terkait keamanan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memastikan identitas petugas yang datang ke tempat usaha mereka. Riqadli memastikan setiap petugas dibekali dengan rompi resmi, surat tugas, serta tanda pengenal yang dilengkapi foto dan QR Code.
“Dengan telah dilepasnya para petugas, kami optimistis pelaksanaan SE 2026 akan berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas yang dapat dipertanggungjawabkan demi mewujudkan Kota Pariaman yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.






