Padang – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum transformasi diri ke arah yang lebih positif.
Seruan tersebut disampaikan Maigus saat memberikan tausiyah dalam agenda rutin Subuh Mubarakah di Masjid Nurul Ikhlas, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (27/6/2026).
Ia menggarisbawahi bahwa inti dari hijrah bukanlah sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan perilaku dengan menjauhi segala larangan Allah SWT.
“Secara bahasa, hijrah berarti meninggalkan atau berpindah, yakni meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT,” tegas Maigus merujuk pada hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
Demi mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan bebas dari kemaksiatan, Pemerintah Kota Padang kini menggencarkan berbagai gerakan strategis.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kampanye anti-narkoba, penolakan praktik LGBT, hingga pelaksanaan Parade Tauhid di berbagai wilayah.
Di sisi lain, Maigus menekankan bahwa jihad di era modern kini bergeser menjadi upaya perlindungan terhadap generasi muda dari pengaruh negatif.
Perlindungan terhadap anak dari ancaman degradasi moral menjadi agenda krusial yang menentukan masa depan kota.
Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah mengoptimalkan Program Smart Surau untuk menarik minat anak-anak kembali memakmurkan masjid serta memperdalam pemahaman agama.
Inisiatif ini bertujuan memperkokoh fondasi akhlak generasi penerus agar memiliki ketahanan spiritual sejak dini.
Ketua Pengurus Masjid Nurul Ikhlas, Idrial Idrus, mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam kegiatan Subuh Mubarakah perdana setelah pergantian tahun hijriah ini.
Ia berharap semangat hijrah yang disebarkan dapat memicu peningkatan kualitas ibadah serta kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Semoga semangat ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan melalui peningkatan akhlak sehari-hari,” pungkas Idrial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kabag Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, beserta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.






