RanahTeknologi

WhatsApp Diblokir, Rusia Promosikan MAX ke Warga

157
×

WhatsApp Diblokir, Rusia Promosikan MAX ke Warga

Sebarkan artikel ini
rusia-blokir-permanen-whatsapp,-ada-apa?
Rusia Blokir Permanen WhatsApp, Ada Apa?

Moskow – Pemerintah Rusia mengambil langkah tegas dengan memblokir aplikasi pesan instan WhatsApp di seluruh wilayah negaranya, efektif sejak Kamis (12/2/2025). Keputusan ini diambil lantaran Meta Platforms, perusahaan pemilik WhatsApp, menolak untuk mematuhi regulasi yang berlaku di Rusia.

Kremlin melalui Juru Bicara Dmitry Peskov mengonfirmasi pemblokiran tersebut.

Sebagai alternatif, pemerintah Rusia mengarahkan warganya untuk menggunakan aplikasi pesan buatan dalam negeri, MAX.

“MAX adalah alternatif yang tersedia, sebuah messenger yang sedang berkembang, messenger nasional, dan sudah bisa diakses warga sebagai pilihan lain,” ujar Peskov, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2026).

Namun, upaya pemerintah untuk mengalihkan pengguna WhatsApp ke MAX menuai kritik dari berbagai pihak.

Kekhawatiran muncul bahwa MAX berpotensi menjadi alat mata-mata negara untuk mengawasi aktivitas warga.

Pemerintah Rusia membantah tudingan tersebut dan mengklaim MAX dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

Pemblokiran WhatsApp ini merupakan puncak dari tekanan yang meningkat terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu selama enam bulan terakhir.

Kebijakan ini juga mencerminkan upaya Rusia untuk membangun dan mengendalikan infrastruktur komunikasi yang berdaulat.

Perusahaan teknologi asing diwajibkan untuk mematuhi hukum lokal atau meninggalkan pasar Rusia.

Sebelumnya, Meta telah ditetapkan sebagai organisasi ekstremis di Rusia.

WhatsApp menyatakan penyesalannya atas pemblokiran ini.

“Upaya mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi yang privat dan aman adalah langkah mundur dan hanya akan membuat masyarakat di Rusia kurang aman,” demikian pernyataan resmi WhatsApp.

Sejumlah nama domain yang terkait dengan WhatsApp telah dihapus dari daftar registrasi domain nasional Rusia.

Akibatnya, perangkat di Rusia tidak lagi menerima alamat IP dari aplikasi tersebut dan hanya dapat mengaksesnya melalui jaringan privat virtual (VPN).

Selain WhatsApp, pemerintah Rusia juga telah memblokir atau membatasi platform media sosial lainnya seperti Snapchat, Facebook, Instagram, dan YouTube.

Roskomnadzor (Badan Pengawas Komunikasi Rusia) telah membatasi WhatsApp dan layanan pesan lainnya sejak Agustus, termasuk memblokir panggilan telepon melalui aplikasi tersebut.

Otoritas menuduh platform milik asing itu tidak bersedia membagikan informasi kepada aparat penegak hukum dalam kasus penipuan dan terorisme.