Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menghadapi tantangan berat tahun ini akibat penurunan anggaran infrastruktur nasional.
Kondisi ini memaksa perusahaan untuk lebih selektif dalam memilih proyek.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengungkapkan bahwa penurunan anggaran infrastruktur menjadi perhatian utama perseroan di tahun 2025.
“WIKA semakin selektif dalam memilih proyek, dengan memastikan kondisi finansial owner yang sehat,” ujar Agung dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Minggu (16/11/2025).
WIKA kini fokus pada proyek dengan skema pembayaran monthly payment dengan uang muka. Langkah ini diambil untuk menjaga arus kas tetap positif.
Selain itu, WIKA memprioritaskan penerapan operational excellence untuk meningkatkan efisiensi kinerja bisnis.
Sejak 2023, WIKA mencatat penurunan biaya usaha yang menunjukkan perbaikan kinerja.
Untuk memperluas sumber pendapatan, WIKA berencana mengoptimalkan aset yang belum optimal, seperti apartemen yang akan dialihfungsikan menjadi hotel.
Di tahun 2026, WIKA berencana lebih agresif dalam meraih proyek baru dengan mengedepankan tata kelola dan mitigasi risiko yang prudent, serta merealisasikan inisiatif asset recycling.






