Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 16-17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026.
Selain itu, Kemenpar juga memproyeksikan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,1 miliar perjalanan.
Optimisme ini didorong oleh pertumbuhan sektor pariwisata yang positif sepanjang tahun lalu. Kenaikan jumlah wisatawan tercatat di atas 10 persen.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih. Hal ini ia sampaikan dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisman mencapai lebih dari 12,75 juta selama periode Januari hingga Oktober 2025. Angka ini meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 11.565.891 kunjungan.
Sementara itu, perjalanan wisnus mencapai lebih dari 997,4 juta perjalanan pada periode Januari hingga Oktober 2025. Terjadi kenaikan sebesar 18,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 839.930.141 perjalanan.
“Melihat tren positif ini, kami optimistis pada tahun 2026 pergerakan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, akan terus meningkat,” ujar Ni Luh.
Kemenpar terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas, termasuk desa wisata sebagai pilar penting.
Selain keindahan alam, pariwisata Indonesia diperkuat melalui gastronomi, wisata bahari, heritage tourism, desain dan seni, serta wellness tourism.
Kualitas pelayanan pariwisata akan terus ditingkatkan secara menyeluruh. Tujuannya, agar wisatawan merasakan kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berkunjung ke Indonesia.
Dari sektor penerbangan, Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengungkapkan, terdapat pergerakan 7,8 juta penumpang selama periode 15-30 Desember 2025. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari jaringan bandara yang dikelola oleh InJourney.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang mencapai 2,7–3 juta dalam periode yang sama. Angka ini naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sementara untuk Bali, penerbangan internasional mencatat peningkatan 1,9 hingga 2 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Syahir.
InJourney memandang bandara bukan hanya sekadar pintu keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata. Peningkatan layanan dan pengalaman penumpang akan terus ditingkatkan.






