Jakarta – Platform media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter, mulai menggulirkan fitur baru bernama History di iOS untuk memudahkan pengguna menyimpan dan membuka kembali konten di aplikasi. Pembaruan ini menggantikan menu Bookmark di sisi kiri aplikasi dan menggabungkan sejumlah fitur penyimpanan ke dalam satu halaman.
Di dalam tab History, X menampilkan empat kategori utama: bookmark, likes, video, dan artikel. Dua kategori pertama diisi secara manual oleh pengguna, sementara video dan artikel terisi otomatis berdasarkan aktivitas akun di platform.
Seluruh konten dalam History bersifat privat dan hanya bisa diakses pemilik akun. Kepala produk X, Nikita Bier, mengatakan fitur ini dirancang agar pengguna dapat menemukan kembali konten yang pernah dilihat atau dikonsumsi tanpa perlu menelusurinya ulang.
Langkah ini sekaligus menyederhanakan fitur yang sebelumnya tersebar di beberapa bagian aplikasi. Bookmark yang semula berada di menu utama dan likes yang tersimpan di halaman profil kini terkonsolidasi dalam satu tampilan, membuat X makin dekat dengan pola kerja browser karena pengguna dapat kembali ke konten yang sempat dilewati atau tersimpan tanpa sengaja.
History juga memperkuat dorongan X terhadap format artikel panjang yang kini mendapat prioritas lebih besar di platform. Lewat fitur ini, pengguna bisa membangun arsip pribadi dari konten yang mereka temukan saat menjelajahi linimasa, sehingga pengalaman konsumsi konten menjadi lebih tertata.
Peluncuran History hadir di tengah perubahan besar ekosistem digital, ketika banyak platform menghadapi penurunan trafik ke situs eksternal akibat pergeseran algoritma dan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan.






