Ranah

Yayasan Al-Maghfirah BPJS Ketenagakerjaan Gelar Khitanan Massal Gratis di Padang

50
×

Yayasan Al-Maghfirah BPJS Ketenagakerjaan Gelar Khitanan Massal Gratis di Padang

Sebarkan artikel ini

Padang – Sebanyak 100 anak di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengikuti kegiatan khitanan massal gratis pada Minggu (21/6/2026). Program sosial ini terselenggara berkat kolaborasi antara Yayasan Al-Maghfirah BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Padang, serta RSUD dr. Rasidin, dengan memanfaatkan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS).

Direktur RSUD dr. Rasidin, dr. Lismawati, menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam aksi ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap semangat “Program Padang Melayani”. Menurutnya, layanan kesehatan gratis ini menjadi solusi bagi keluarga kurang mampu yang terkendala biaya khitan di rumah sakit yang relatif tinggi.

“Tingginya antusiasme warga menjadi indikator bahwa layanan kesehatan gratis seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Lismawati. Untuk menjamin kualitas layanan, RSUD dr. Rasidin mengerahkan tim dokter bedah serta tenaga kesehatan berpengalaman dalam kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Al-Maghfirah BPJS Ketenagakerjaan, H. Chamdillah Chosasih, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan agenda rutin tahunan yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia. Pihaknya berkomitmen penuh menyalurkan dana umat agar memberikan dampak nyata bagi para mustahik.

“Ini sinergi yang bagus antara BPJS Ketenagakerjaan, Yayasan Al-Maghfirah, dan pemerintah daerah. Kami berharap kegiatan ini menjadi ladang amal ibadah, sekaligus membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan kelak menjadi pemimpin masa depan,” tutur Chamdillah.

Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, menyambut positif pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan momentum libur sekolah tersebut. Ia berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas di masa mendatang.

“Kalau memungkinkan, pada tahun-tahun mendatang jumlah peserta bisa ditingkatkan menjadi 300 hingga 500 anak sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Padang,” pungkas Rio.